MENGGALI ASA DI KUALA TAMIANG

Minggu, 1 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KUALA YANG DANGKAL, ANCAMAN YANG NYATA

SECARA ekologis, sedimentasi ekstrem di muara sungai bukan sekadar persoalan teknis. Ia menciptakan efek berantai;

memperparah potensi banjir ulang, mengganggu aliran air ke laut, merusak ekosistem pesisir, menutup jalur perikanan rakyat, dan mematikan fungsi sungai sebagai sistem drainase alami.

Secara sosial, dampaknya lebih dalam; nelayan kehilangan jalur tangkap, petani kehilangan lahan, warga hidup dalam ketakutan akan bencana susulan. Kuala Sungai Tamiang bukan lagi ruang hidup, tetapi potensi ancaman permanen.

BACA JUGA...  ‎Bupati Aceh Utara Pimpin Gotong Royong Massal Pemulihan Pascabanjir Bandang

Dalam konteks inilah, Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH, mendorong satu agenda strategis; pengerukan kuala Sungai Tamiang sebagai bagian dari pemulihan ekologis, mitigasi bencana, dan rekonstruksi wilayah.

ASA SEORANG ARMIA PAHMI

BUPATI ARMIA tidak cukup hanya menyampaikan permintaan pengerukan sebagai proyek fisik. Tetapi menurut Armia adalah narasi kebijakan berbasis risiko;

BACA JUGA...  Lima Ruko di Tualang Baro Ludes Dilalap Sijago Merah, Enam Meninggal Terbakar

Pengerukan sebagai mitigasi bencana, bukan proyek infrastruktur biasa. Kuala sebagai simpul krisis ekologis, bukan hanya persoalan sedimentasi teknis. Ancaman banjir ulang yang sistemik jika pengerukan tidak dilakukan.

Kerugian sosial-ekonomi jangka panjang jika fungsi sungai tidak dipulihkan. Pengerukan sebagai bagian dari pemulihan DAS, bukan tindakan parsial.

“Narasi ini penting agar usulan tidak dibaca sebagai permintaan daerah semata, tetapi sebagai agenda nasional pengurangan risiko bencana (Disaster Risk Reduction atau DRR)” sebutnya penuh harap.

SKEMA PENGAJUAN PENGERUKAN KUALA

BACA JUGA...  Aceh Tamiang di Antara Transisi dan Isu Strategis Pembangunan

Berita Terkait

Merah Putih di Muara, Tuntong Laut Pulang ke Rumahnya
Dari Makam Pahlawan, Aceh Tamiang Merawat Ingatan Perjuangan
Doa Dan Merah Putih: Ikhtiar Korem 011/lilawangsa Merawat Nasionalisme di Tanah Rencong
Di Tengah Gelombang Aceh, ABAS Memilih Jalur Konstitusional
Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir
PMI Perkuat Pemulihan Air Bersih Aceh Tamiang, Bupati Armia Pahmi: Solidaritas Kemanusiaan yang Menghidupkan Harapan
Fadlon Apresiasi CT ARSA Foundation dan AirNav Indonesia, Rumah Inspirasi Jadi Tonggak Pemulihan Aceh Tamiang
ASN TNI Juga Harus Siap Bertempur

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:31 WIB

Merah Putih di Muara, Tuntong Laut Pulang ke Rumahnya

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:26 WIB

Dari Makam Pahlawan, Aceh Tamiang Merawat Ingatan Perjuangan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Doa Dan Merah Putih: Ikhtiar Korem 011/lilawangsa Merawat Nasionalisme di Tanah Rencong

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Di Tengah Gelombang Aceh, ABAS Memilih Jalur Konstitusional

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir

Berita Terbaru

NEWS FEATURE

Merah Putih di Muara, Tuntong Laut Pulang ke Rumahnya

Selasa, 18 Agu 2026 - 00:31 WIB

PEMERINTAHAN

Tarmizi Ajak Pemuda Jauhi Narkoba dan Judi Online 

Senin, 17 Agu 2026 - 18:02 WIB

OPINI

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 17 Agu 2026 - 17:55 WIB

RAGAM BERITA

HUT ke-81 RI, SPS dan Pikiran Rakyat Gelar UKW di Aceh

Senin, 17 Agu 2026 - 17:50 WIB