PERLUKAH MEMBENTUK SATUAN TUGAS KUALA?
YA, dan itu strategis. Satgas Kuala Sungai Tamiang berfungsi sebagai; pusat koordinasi lintas sektor; pengendali teknis pengerukan; penghubung pusat [provinsi] kabupaten; pengawas transparansi dan instrumen legitimasi kebijakan. Tanpa Satgas, pengerukan akan terjebak fragmentasi birokrasi.
MEYAKINKAN PEMERINTAH ACEH DAN PUSAT
UBAH isu lokal menjadi isu nasional (mitigasi bencana, krisis iklim, DRR)[Bangun koalisi kelembagaan (Aceh–Pusat–Kementerian teknis)].
“Gunakan pendekatan ilmiah, bukan politis; Libatkan akademisi dan pakar hidrologi. Dorong framing sebagai pilot project nasional pemulihan DAS pascabencana,” jelas Armia.
KEGAGALAN TATA KELOLA LINGKUNGAN DAN LEMAHNYA MITIGASI
KUALA Sungai Tamiang hari ini adalah monumen bisu dari bencana ekologis. Gundukan pasir itu bukan sekadar sedimentasi, tetapi simbol dari kegagalan tata kelola lingkungan, lemahnya mitigasi, dan lambannya pemulihan.
Pengerukan kuala bukan pilihan, tetapi keharusan sejarah. Jika tidak dilakukan, Aceh Tamiang tidak sedang menunggu bencana berikutnya; Aceh Tamiang sedang hidup di atasnya.
Di titik inilah kepemimpinan diuji; apakah negara hadir sebagai penyelamat ekologi, atau sekadar pencatat tragedi.




