BANJIR akan surut. Tenda akan dibongkar. Berita akan berganti. Tetapi bagi warga Aceh Tamiang, hidup harus terus berjalan di tanah yang sama, di sungai yang sama.
Langkah Bupati Armia kini menjadi janji terbuka yang dicatat publik. Ia akan diuji bukan oleh pidato, melainkan oleh waktu.
Dan sejarah daerah ini akan mengingat; apakah banjir kali ini benar-benar menjadi titik balik, atau hanya satu episode lagi dalam siklus panjang lupa dan ulang. Wallahu’alam Bhisawab. [].




