MENGEJAR HUNTARA SEBELUM LEBARAN

[Foto Ilustrasi Digital Art/mediaaceh.co.id/Awelatam].

Sebelumnya, janji serupa juga pernah muncul menjelang bulan Ramadan. Namun hingga Ramadan tiba, pembangunan sebagian besar hunian sementara belum tuntas.

Akibatnya, ribuan penyintas masih harus bertahan di tenda darurat.

Situasi tersebut, kata Usman, menimbulkan kekecewaan di kalangan korban.

Kini, menjelang Lebaran, pernyataan percepatan kembali disampaikan. Satgaswil Aceh menyebutkan pengisian 9.694 unit huntara akan dipercepat agar para penyintas dapat segera menempatinya.

BACA JUGA...  MENUNGGU RUMAH, MENJAGA MARTABAT

Pernyataan senada juga disampaikan Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Pidie Jaya.

Dalam kesempatan itu ia menyebutkan sekitar 6.000 penyintas ditargetkan sudah dapat menempati hunian sementara sebelum Lebaran.

“Target itu tentu patut diapresiasi. Tetapi masyarakat sudah pernah mendengar janji yang sama sebelumnya,” ujar Usman dalam analisisnya.

ANTARA TARGET DAN REALITAS LAPANGAN

BACA JUGA...  SAAT NEGARA MENYAPU LUMPUR

USMAN menegaskan bahwa percepatan pembangunan huntara tidak cukup hanya diumumkan melalui media. Pemerintah perlu memastikan seluruh tahapan pembangunan benar-benar berjalan di lapangan.

Menurutnya, pembangunan hunian sementara bukan sekadar mendirikan bangunan fisik. Di dalamnya terdapat sejumlah komponen penting yang harus dipenuhi, seperti penyediaan air bersih, sanitasi, listrik, hingga akses pelayanan dasar bagi para penyintas.