Selama berbulan-bulan, ribuan korban harus hidup di tenda dengan berbagai keterbatasan, mulai dari ruang yang sempit, sanitasi yang terbatas, hingga kondisi cuaca yang tidak menentu.
Karena itu, keberadaan hunian sementara yang layak menjadi kebutuhan mendesak bagi mereka.
Jika target percepatan pembangunan benar-benar terealisasi, setidaknya para penyintas dapat merayakan Lebaran dengan kondisi yang lebih manusiawi.
HUNTARA JADI UJIAN
WAKTU menuju Lebaran terus berjalan. Janji percepatan pengisian hunian sementara kini menjadi ujian bagi pemerintah dan Satgas Rehab Rekon.
Jika target itu tercapai, kepercayaan publik dapat mulai dipulihkan. Namun jika kembali meleset, yang tersisa bukan hanya tenda-tenda darurat [melainkan juga kekecewaan yang kembali berulang di tengah para penyintas yang masih menunggu kepastian]. [].




