Keindahan Wisata Gunung Salak di Aceh Utara, Surga di Tengah Kabut

Selasa, 15 Oktober 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Abdul Rahman, salah satu pengunjung yang rutin datang ke Gunung Salak, mengungkapkan bahwa tempat ini selalu menjadi tujuan favoritnya bersama keluarga dan teman-temannya. Menurutnya, udara yang sejuk dan pemandangan yang indah selalu menjadi alasan untuk kembali berkunjung.

“Saya sangat suka ke Gunung Salak, selain udaranya sejuk, pemandangan pun sangat indah, terutama saat kabut mulai turun. Kabut itu memberikan kesan tersendiri, seolah-olah pegunungan dan hutan di sekitar kita terbalut oleh awan putih,” ujar Abdul Rahman.

BACA JUGA...  KRI Dewa Ruci Ramaikan Sail Sabang 2017

Rahman juga menambahkan, bagi siapa pun yang melakukan perjalanan menuju Bener Meriah atau Aceh Tengah, Gunung Salak bisa menjadi tempat singgah yang sempurna untuk melepas penat. “Di sini, kita bisa beristirahat sejenak, menikmati kopi asli Aceh yang terkenal nikmat, dan menikmati panorama alam yang sangat menakjubkan,” tambahnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Halimatun Sakdiah, pengunjung lain yang sering datang bersama keluarga. “Kami sering datang ke sini karena udara segar dan sejuk. Ditambah lagi, pemandangannya benar-benar luar biasa, apalagi saat kabut mulai turun,” kata Halimatun.

BACA JUGA...  Fokus Benahi sektor pariwisata, Reza Fahlevi ingin Datangkan Lebih banyak Wisatawan di 2024.

Ia juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri sebelum mengunjungi Gunung Salak, terutama dalam hal membawa pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca. “Suhu di sini cenderung lebih dingin, jadi pastikan membawa pakaian hangat. Selain itu, tetaplah berhati-hati saat berkendara, karena jalan menuju gunung terkadang bisa licin,” sarannya.

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

 Helmi ketua PETA Aceh Tengah.

PEMERINTAHAN

Masyarakat Gayo Dorong Pemekaran ALA

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:46 WIB

RAGAM BERITA

FPRMI Aceh Bahas Batas Pidana Pers

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:25 WIB

Puncak Gunung Lubuk Layu Samadua yang biasanya tampak menghijau dari kejauhan sekitar 3-4 Km, mini terlihat diliputi kabut asap.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Asap Kepung Aceh Selatan, Kapolres: Gunakan Masker 

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:19 WIB

EKBIS

Dukung UMKM, Bank Aceh Terima Apresiasi ILO

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:13 WIB