Ia menilai terdapat dugaan persoalan yang lebih luas daripada sekadar insiden spontan di lapangan.
“Kami melihat ada miss komunikasi atau hubungan yang tidak sehat antara Koramil dengan anggota kami di lapangan. Kejadian ini harus diperiksa secara objektif. Jangan buru-buru menyimpulkan bahwa ini murni upaya peleraian sebelum seluruh fakta dibuka,” katanya.
Sayuti juga meminta institusi TNI mengambil alih penanganan persoalan dari level bawah agar pemeriksaan dapat berlangsung objektif dan tidak menimbulkan kesan institusi membela anggotanya.
“Saya sudah dua dekade menjadi wartawan. Saya memahami pola-pola ketika sebuah institusi berusaha melindungi anggotanya. Karena itu, jangan sampai proses klarifikasi berubah menjadi upaya membangun kontraopini dan mengaburkan fakta,” tegasnya.
Ia meminta Danramil tidak memperkeruh keadaan dengan narasi yang belum teruji.
“Saya mantan wartawan Bukit Barisan dan pernah menjadi wartawan perang. Saya paham bagaimana pola-pola pemberitaan dan kontraopini dibangun. Harapan saya, Danramil jangan mempertinggi tempat untuk jatuh. Semakin tinggi posisi seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk berkata berdasarkan fakta,” ujar Sayuti.
PWI Siapkan Langkah Hukum















