Menurut pengakuannya, situasi kemudian berubah ketika tiba-tiba seorang anggota TNI memitingnya dari belakang. Ia menyebut seorang anggota lainnya kemudian melakukan tindakan kekerasan terhadap dirinya.
“Saya dipiting dari belakang. Kemudian ada anggota lain yang melakukan penganiayaan. Alhamdulillah, ada anggota Polsek Tanah Luas yang langsung melindungi saya dan berteriak agar tindakan tersebut dihentikan,” katanya.
Haiqal mengaku setelah kejadian tersebut merasakan nyeri pada bagian rusuk dan saat ini masih menjalani observasi medis untuk melihat perkembangan kondisi tersebut.
“Tidak Ada Upaya Meleraikan dari TNI”
Haiqal membantah apabila kejadian tersebut disebut sebagai bagian dari upaya anggota TNI melerai kericuhan.
“Tidak ada aksi peleraian yang dilakukan TNI terhadap saya. Yang terjadi, saya justru dipiting dan mengalami kekerasan. Setelah itu anggota Polsek yang melerai dan melindungi saya, malah anggota polsek yang merelai TNI hajar saya” tegasnya.
Ia juga membantah dirinya diamankan oleh personel Polsek Tanah Luas.
“Saya tidak diamankan. Saya sendiri yang berlari ke Polsek karena kendaraan saya memang biasa saya parkir di sana ketika menonton pertandingan sepak bola,” jelasnya.















