Kapal PLTD Apung: Saksi Bisu Dahsyatnya Tsunami Aceh 2004

Sabtu, 4 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal PLTD Apung di Aceh/(instagram/@museum_pltd_apung).

Kapal PLTD Apung di Aceh/(instagram/@museum_pltd_apung).

Kapal ini tidak dipindahkan kembali ke laut, melainkan dibiarkan di lokasi tempat ia terdampar. Saat ini, Kapal PLTD Apung berfungsi sebagai:

Kapal ini memberikan wawasan kepada pengunjung tentang besarnya dampak tsunami 2004. Di dalam kapal, terdapat berbagai informasi mengenai bencana tersebut dan upaya pemulihan yang dilakukan.

Keberadaan kapal ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan dunia tentang pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam.

BACA JUGA...  Aceh International Orienteering, Promosi Wisata Sambil Olahraga

Sebagai tempat mengenang para korban yang kehilangan nyawa dalam tragedi tersebut.

Fasilitas di Lokasi Kapal PLTD Apung

Pengunjung yang datang ke lokasi dapat menikmati berbagai fasilitas, seperti:

– Area parkir yang luas.

– Pusat informasi tsunami.

– Lorong sejarah yang menjelaskan perjalanan kapal ini sebelum dan setelah tsunami.

– Tempat berfoto dengan latar kapal yang megah.

BACA JUGA...  Pinto Khop: Pintu Gerbang Bersejarah di Aceh

Akses Menuju Kapal PLTD Apung

Lokasi kapal ini mudah dijangkau, hanya sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh.

Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum untuk sampai ke lokasi.

Kapal PLTD Apung bukan hanya sebuah kapal, melainkan simbol ketangguhan masyarakat Aceh dalam menghadapi cobaan berat.

Kapal ini menjadi pengingat pentingnya solidaritas, kepedulian, dan kesiapan menghadapi bencana alam.

BACA JUGA...  BPKS Tingkatkan Pelayanan Bagi Kapal Berkaliber Dunia Yang Berkunjung ke Sabang

Berita Terkait

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Medco E&P dan BPMA Edukasi 33 Wartawan Aceh Timur

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:30 WIB

Bupati Asel HMW (pakai rompi)  didampingi Sekdakab Diva Samudra Putra dan Dandim 0107/Asel Letkol (Inf) Andrino Lubis menjelaskan tentang penanganan banjir di Trumon, Jumat, (30/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Bupati HMW Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh Selatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:24 WIB