Kapal Apung Lampulo: Monumen Kenangan Tsunami yang Menyentuh Hati

Sabtu, 4 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal Apung Lampulo, Aceh/(instagram/@totallynotcchnn).

Kapal Apung Lampulo, Aceh/(instagram/@totallynotcchnn).

BANDA ACEH (MA) — Kota Banda Aceh menyimpan cerita pilu sekaligus inspiratif dari peristiwa tsunami dahsyat pada 26 Desember 2004.

Salah satu saksi bisu tragedi tersebut adalah Kapal Apung Lampulo, sebuah kapal yang terbawa gelombang besar dan terdampar di atas rumah penduduk.

Kini, kapal ini menjadi monumen kenangan yang mengingatkan kita pada kekuatan alam dan ketabahan manusia.

BACA JUGA...  Even Agam-Inong Aceh 2024, Utusan Aceh Utara Terpilih Sebagai Agam Persahabatan

Sejarah Kapal Apung Lampulo

Saat tsunami melanda, kapal ini terseret sejauh beberapa kilometer dari laut dan berhenti di kawasan Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam.

Meskipun peristiwa tersebut membawa duka mendalam, kapal ini juga menjadi tempat berlindung bagi 59 orang yang selamat dari gelombang tsunami.

Makna Simbolis Kapal Apung

Kapal Apung Lampulo tidak hanya menjadi saksi tragedi, tetapi juga simbol harapan dan keberanian.

BACA JUGA...  Okupansi Hotel di Aceh Capai 85 Persen Saat Libur Lebaran

Kisah 59 orang yang selamat di atas kapal ini menggambarkan semangat hidup di tengah bencana.

Kini, kapal ini menjadi situs bersejarah yang mengajarkan pentingnya kewaspadaan dan persatuan.

Deskripsi Lokasi dan Kondisi

Kapal ini berada di kawasan perumahan padat penduduk, menciptakan kontras yang menarik antara sejarah dan kehidupan sehari-hari.

Berukuran besar dan berdiri kokoh, kapal ini menjadi pusat perhatian pengunjung.

BACA JUGA...  Dukung Pariwisata Sabang, Terawah dan Dispar Aceh Kampanyekan Toilet Bersih

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

HSN 2026, Aceh Tengah Gaungkan Perlindungan Santri

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:29 WIB

Pengurus dan anggota PWI Simeulue berdiskusi dengan kandidat Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin pada acara perpisahan di Pelabuhan Penyeberangan Sinabang, Kamis sore, 22 Oktober 2026. (Foto: Ricky PWI Simeulue)

RAGAM BERITA

Nasir Nurdin Silahturahmi, PWI Simeulue: Dua Periode 

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:20 WIB

RAGAM BERITA

PSI Aceh Gelar Pelatihan Jurnalistik 

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:11 WIB

Kakankemenag Aceh Utara H. Fadli, S. Ag., M. Si.

PEMERINTAHAN

Kakankemenag Aceh Utara Apresiasi Ayah Wa Sukseskan HSN 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 15:19 WIB