Jejak Luka Kuala Peunaga; Dari Laut Menelan Rumah, ke Korupsi yang Menggerogoti Harapan

Minggu, 19 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jejak Luka Kuala Peunaga; Dari Laut Menelan Rumah, ke Korupsi yang Menggerogoti Harapan. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Digital Art].

Jejak Luka Kuala Peunaga; Dari Laut Menelan Rumah, ke Korupsi yang Menggerogoti Harapan. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Digital Art].

Di dermaga kecil, para nelayan menambatkan perahu dan menakar hasil tangkapan. Laut yang dulu menelan rumah kini memberi makan kembali [seolah ingin menebus dosanya].

Namun di balik geliat itu, ada rasa takut. Takut bahwa keadilan hanya berhenti di atas kertas. Takut bahwa korupsi akan menjadi kebiasaan yang diwariskan.

BACA JUGA...  Demonstrasi Kebodohan Efendi Simbolon

“Kalau yang salah tidak ditindak, anak-anak kita akan belajar bahwa mencuri uang negara itu biasa,” ujar M. Yusuf Musa, 53 tahun. “Dan kalau itu terjadi, percuma kita bangun kampung dari nol.”

Suara dari Tanah yang Pernah Tenggelam

Kuala Peunaga bukan sekadar kampung di Aceh Tamiang. Ia adalah cermin kecil Indonesia: di mana rakyat kecil berkali-kali jatuh, tapi tetap berusaha bangkit.

BACA JUGA...  Aceh dan Janji yang Belum Tuntas

Dulu mereka melawan laut. Kini mereka melawan korupsi, musuh yang tak kasat mata tapi lebih kejam dari ombak.

Mereka percaya, perubahan tak hanya datang dari pemerintah, tapi juga dari kesadaran warga untuk menjaga apa yang telah mereka bangun dengan air mata.

“Rumah bisa hancur, laut bisa naik, tapi hati kami tidak boleh tenggelam,” kata Sayed Anwar. Kata-kata itu menjadi mantra, menghidupkan harapan di tengah luka yang belum sembuh sepenuhnya.

BACA JUGA...  Bantuan Menyentuh Srikandi Tamiang Untuk Korban Kebakaran

Di Antara Ombak dan Kejujuran

Malam turun di Kuala Peunaga. Di kejauhan, bunyi ombak masih terdengar; tidak lagi menakutkan, tapi seperti doa yang berulang.

Berita Terkait

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 13:44 WIB

Tiga Hari Yang Menguji Diri

Kamis, 3 September 2026 - 10:34 WIB

Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat membaca pesan dan pidato pada Milad Samudra Pasai dan Aceh Utara ke-800 tahun

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Serukan Menjaga Amanah Indatu

Senin, 7 Sep 2026 - 20:31 WIB

PEMERINTAHAN

Pidie Jaya Cetak Ratusan Wirausaha Lewat TMT Batch IX 

Senin, 7 Sep 2026 - 19:50 WIB

HUKOM

Polisi Bongkar Aksi Bobol Dua Rumah Kajhu

Senin, 7 Sep 2026 - 19:03 WIB

NANGGROE

Aceh Siapkan Payung Hukum Rute Menuju Penang

Senin, 7 Sep 2026 - 14:30 WIB