Jejak Cut [Nyak] Meutia di Tanah ‘Endatu’ Terabaikan, Dipugar TNI

Kamis, 17 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jejak Cut [Nyak] Meutia di Tanah 'Endatu' Terabaikan, Dipugar TNI. [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Laung].

Jejak Cut [Nyak] Meutia di Tanah 'Endatu' Terabaikan, Dipugar TNI. [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Laung].

“Kita sangat bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada TNI jajaran Korem 011/Lilawangsa atas kepedulian yang begitu luar biasa dalam membangun kembali makam pahlawan,” kata Mohd Heikal, di Lokasi Makam. Rabu, 16 Juli 2025 lalu.

CUT NYAK MEUTIA atau Cut Meutia adalah seorang pahlawan nasional Indonesia dari Aceh. Beliau dikenal karena perannya dalam perjuangan melawan Belanda pada masa kolonial.

BACA JUGA...  DARI LUMPUR KE HARAPAN; JALAN PANJANG PEMULIHAN ACEH TAMIANG

Istri dari Teuku Muhammad Daud Cumbok, dikenal sebagai seorang pejuang Aceh yang gigih melawan Belanda.

Karena keberaniannya dalam memimpin pasukan dan mengobarkan semangat perjuangan melawan penjajah.

Beliau juga simbol ketabahan dan keberanian dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Cut Meutia diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 107/1964 pada tahun 1964.

BACA JUGA...  Repleksi 24 Tahun Kabupaten Aceh Tamiang; Menerjang Arus, Menyalakan Harapan

Beliau dianggap sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, terutama di wilayah Aceh.

Kini, pahlawan nasional itu bagai hilang ditelan bumi, makamnya terabaikan tak terurus. Seakan bertanya di mana empati anak bangsa pada pahlawannya.

Sampai suatu ketika TNI dari jajaran Korem 011 Lilawangsa terpanggil jiwanya untuk turun tangan memugar dan membenahi makam Cut Meutia.

BACA JUGA...  IAIN Lhokseumawe Berubah Status Menjadi UIN Sultanah Nahrasiyah

Berita Terkait

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang
Spanduk Bernada Kritik terhadap FKM Pasee Muncul di Sejumlah Titik Kota Lhokseumawe
Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang
Aceh dan Janji yang Belum Tuntas
Menjemput Hak Warga di Jakarta

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Ketika Jalan Kembali Terang

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:31 WIB

Spanduk Bernada Kritik terhadap FKM Pasee Muncul di Sejumlah Titik Kota Lhokseumawe

Berita Terbaru

NEWS FEATURE

Di Tengah Gelombang Aceh, ABAS Memilih Jalur Konstitusional

Minggu, 16 Agu 2026 - 10:13 WIB