‘Investasi Bumi’ di Ujung Kuala Pusung Cium Tamiang

Minggu, 16 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

‘Investasi Bumi’ di Ujung Kuala Pusung Cium Tamiang. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Awelatam].

‘Investasi Bumi’ di Ujung Kuala Pusung Cium Tamiang. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Awelatam].

Mereka bukan nelayan. Mereka mengikat tali, mengukur jarak, menancapkan pancang kayu di interval 15 meter. Di tengah hamparan pasir bercampur lumpur itu, 5.000 bibit mangrove ditanam kembali. Mereka menyebutnya “Investasi Bumi.”

  • Upaya Menanam Harapan di Tanah yang Hampir Punah

ANGIN pagi di Pulau Pusung Cium, Seruway, membawa bau asin yang lebih pekat dari biasanya. Ombak berkejaran, memukul bibir kuala yang kian hari makin terkikis.

BACA JUGA...  Puluhan Wartawan di Aceh Tamiang Jadi Korban Banjir, Nasir Nurdin Serukan Penggalangan Dana 

Di kejauhan, suara mesin robin para nelayan tak lagi terdengar seramai dulu. “Yang tersisa hanya lumpur dan jejak-jejak akar mangrove yang patah,” kata seorang aktivis setempat, lirih.

Pulau kecil yang dahulu dilingkari hutan bakau rimbun itu kini seperti lanskap luka. Batang-batang mangrove yang dulu berdiri sebagai penjaga ekosistem Kuala Pusong Kapal, kini tinggal tunggul-tunggul hitam yang terendam air pasang.

BACA JUGA...  Ayah Wa Ajukan Usulan Bantuan Stimulan Tahap II Ke Kemensos RI 

Namun pagi itu, di bawah terik yang menyengat, beberapa puluh orang tampak bergerak. Mereka bukan nelayan. Mereka mengikat tali, mengukur jarak, menancapkan pancang kayu di interval 15 meter. Di tengah hamparan pasir bercampur lumpur itu, 5.000 bibit mangrove ditanam kembali. Mereka menyebutnya “Investasi Bumi.”

Rumpun Berjarak di Tanah yang Tersayat.

BACA JUGA...  Reward Mendagri atas Keberhasilan Tata Kelola Pemerintahan Aceh Tamiang

Berita Terkait

Ismik Salam: Pascabencana Belum 100 Persen Selesai, Mengapa IUP Tambang Berjalan Mulus?
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang
Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang
Ayah Wa Temui BNPB, Perjuangkan Pemulihan Pascabanjir di Aceh Utara

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Ismik Salam: Pascabencana Belum 100 Persen Selesai, Mengapa IUP Tambang Berjalan Mulus?

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit

Berita Terbaru

Nelayan Pesisir Asel  Deklarasikan Penjagaan Laut.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

LINTAS BARAT - SELATAN

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:05 WIB

PEMERINTAHAN

Kurdi Jadi Sekda Aceh Barat 

Senin, 24 Agu 2026 - 20:45 WIB

PENDIDIKAN

Wisuda 1.001 Lulusan, UNISAI Targetkan Akreditasi Unggul

Senin, 24 Agu 2026 - 20:31 WIB

PEMERINTAHAN

Taufik Jadi Plt Sekda Aceh

Senin, 24 Agu 2026 - 20:24 WIB