Namun, ia tidak menutup mata terhadap kenyataan bahwa banyak dari mereka yang pernah dibantu kini justru menjauhinya.
“Hanya 20 persen yang mengingat, sisanya tidak tahu berterimakasih. Tapi saya tidak berkecil hati. Saya yakin perjuangan dengan hati nurani akan selalu mendapat tempat di hati rakyat,” katanya.
Atas dasar itu, Shabela sadar bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan oleh strategi kampanye, tetapi juga oleh kesadaran rakyat dalam menggunakan hak pilih mereka.
Ia terus mengingatkan masyarakat untuk tidak golput pada 27 November mendatang.
“Pilihlah pemimpin dengan hati. Kenali siapa dia, apa yang telah dilakukannya, dan apa yang akan dia perjuangkan. Jangan hanya terpesona oleh janji manis, tapi lihat rekam jejaknya,” tegas Shabela.
Pasangan SEDE meyakini bahwa Aceh Tengah membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas dan keberanian untuk berdiri di atas kebenaran.
Dalam setiap kesempatan, Shabela menegaskan bahwa perjuangannya adalah untuk rakyat, bukan untuk ambisi pribadi.
“Kami tidak menjanjikan langit, tapi kami berkomitmen untuk memberikan yang terbaik. Kejujuran dan pengalaman adalah modal utama kami, dan kami percaya, itu lebih dari cukup untuk membawa perubahan bagi Aceh Tengah,” pungkasnya.




