ACEH | MA — Dalam sebuah pertemuan strategis dan mendesak, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menggugah kesadaran legislatif dan eksekutif tingkat provinsi untuk turun tangan menyelamatkan Danau Laut Tawar dari ancaman kerusakan ekologis.
Pertemuan ini digelar di ruang kerja Wakil Ketua DPRA Salihin, SH, dan turut dihadiri para anggota DPRA Dapil IV seperti Diana Putri Amelia (Golkar), Salwani (PDIP), Taufik (Gerindra), Rahmuddin (Partai Aceh), dan Sutarmi (NasDem).
Hadir pula para kepala dinas dari SKPA seperti Kadis Pertanian Ir. Cut Huzaimah, Kadis Kelautan dan Perikanan Aliman, serta sejumlah SKPK Aceh Tengah.
Dalam forum penting itu, Bupati Haili Yoga mengangkat berbagai isu krusial, mulai dari penertiban alat tangkap ilegal jenis Cangkul Padang dan Dedem yang merusak ekosistem Danau Laut Tawar, penguatan sektor pariwisata melalui RPJMN revitalisasi danau, hingga percepatan pengalihan aset provinsi seperti Perkebunan Burni Bius, Balai Benih Ikan Toweren, dan RS Regional Pegasing ke Pemkab Aceh Tengah.
“Sejak 1999 sudah ada regulasi, tapi mana implementasinya. Kami tidak bisa terus berharap pada APBK. Ini bukan hanya urusan kabupaten, tapi sudah jadi tanggung jawab provinsi bahkan nasional,” tegas Haili Yoga, Rabu 09 Juli 2025.




