Finansial Akan Kalah dengan Kekuatan Hati Nurani, Shabela – Eka Tak Tergoyahkan

Pasangan Shabela Abubakar dan Eka Saputra.

Shabela sangat memahami seluk-beluk pemerintahan dan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.

“Kami memimpin bukan untuk memperkaya diri, tapi untuk melayani masyarakat,” ujar Shabela.

Pengalaman panjangnya membuatnya memahami bahwa, kepemimpinan bukan soal popularitas, melainkan soal kemampuan memberikan dampak nyata bagi rakyat.

Di usianya yang kini mendekati 70 tahun, Shabela tidak melihat politik sebagai medan perang, melainkan ladang pengabdian.

BACA JUGA...  Soal Syarat Independen, Forkab: Merujuk Saja Ke UU Nomor 8 Tahun 2015

Dalam setiap langkahnya, ia terus mengingatkan pentingnya nilai kejujuran, ketulusan, dan keberanian untuk melawan arus politik yang kerap kali penuh intrik.

Dalam perjalanan Pilkada kali ini, Shabela dan pasangannya, Eka Syaputra, kerap menjadi sasaran serangan dari kandidat lain.

Serangan ini bukan hanya datang dalam bentuk kritik, tetapi juga tuduhan-tuduhan yang berusaha meruntuhkan kredibilitas mereka. Namun, Shabela memilih untuk tidak terjebak dalam permainan itu.

BACA JUGA...  Laskar Panglima Nanggroe Sambut Kemenangan Mualem - Dek Fadh: Ini Amanah Rakyat Aceh

“Awalnya, serangan diarahkan ke kami dai Paslon nomor lima. Saya memilih menjawab dengan tenang, karena saya tahu, masyarakat lebih pintar daripada yang mereka pikirkan,” ungkap Shabela.

Bahkan kata dia, saat ini yang lebih menggebu – gebu melontarkan serangan dari Paslon nomor urut 1.