TAKENGON (MA) — Di tengah hiruk-pikuk politik Pilkada serentak 2024, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar dan Eka Saputra atau akronim (SEDE), muncul dengan pendekatan yang unik.
Dalam kontestasi yang penuh manuver politik, pasangan ini justru memilih untuk menonjolkan sikap tenang dan berintegritas, sambil menekankan pentingnya memilih pemimpin berdasarkan nurani, bukan sensasi.
“Bukan kami yang paling kuat secara finansial, tapi kami yakin kekuatan nurani jauh lebih bernilai daripada kekuatan materi,” kata Shabela Abubakar, Kamis 21 November 2024 di kediamannya.
“Saya juga tidak tahu yang punya kekuatan finansial Dali lima Paslon ini siapa,” timpalnya.
Pernyataan yang diutarakan Shabela bukan hanya sekadar retorika, tetapi refleksi dari perjalanan panjang seorang pemimpin senior yang pernah memimpin Aceh Tengah lima tahun ke belakang.
Shabela Abubakar adalah figur yang tidak asing bagi masyarakat Aceh Tengah. Di usia 68 tahun, pria kelahiran 20 Agustus 1956 ini membawa pengalaman yang tidak bisa ditandingi oleh kandidat lain.
Tentu pengalaman yang utama adalah Bupati Aceh Tengah periode 2017-2022, ia juga paham betul tentang dunia birokrasi, lantaran pernah menjabat sebagai abdi negara.




