“Kita juga telah belajar bagaimana sentimen kedaerahan sering berakhir dengan “PHP”. Ketika sudah berkuasa, jangankan membangun satu Aceh, membangun “daerah asal” saja mereka sudah tak mau dan mampu,” katanya.
Bagi calon atau kandidat yang berniat dan berminat untuk tampil dalam kontestasi pilkada Gubernur Aceh tahun 2024 mendatang, dalam dua tahun setengah ke depan silakan menunjuk serta buktikan kualitas masing-masing ke rakyat Aceh berdasarkan 10 kriteria ideal tersebut.
Ibarat orang sakit, Aceh membutuhkan seorang dokter yang baik dan professional. Nah, Untuk mengobati pasiennya maka seorang dokter tentu akan terlebih dahulu memeriksa dan mendiagnosa penyakit pasiennya, untuk kemudian baru diambil tindakan.
Jika diangnoasanya salah atau tidak tepat tentu tindakan yang diambil oleh dokter juga akan salah, bisa membahayakan kesehatan dan keselamatan pasien hingga berujung mal praktek.
Begitu juga kalau kita bicara dalam konteks membangun Aceh, dibutuhkan seorang pemimpin yang bukan hanya paham betul kondisi dan permasalahan Aceh tapi juga memiliki “obat mujarab” untuk membawa Aceh ke arah yang lebih baik.
“Bagaimana kita bisa berharap si pasien sembuh kalau si dokter tidak tahu dan tidak paham penyakit. Jika calon pemimpin Aceh tidak memiliki kedua kualitas ini maka dikuwatirkan pembangunan Aceh akan terus salah arah, melenceng, dan dan sia-sia,” Terang Usman.




