DLHK Lhokseumawe Dorong Revisi Qanun Pengenaan Sanksi bagi Masyarakat tak Bayar Retribusi Sampah

Selasa, 11 Februari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi B DPRK Lhokseumawe Julianti, S.Sos. [Sugito Tassan | mediaaceh.co.id].

Ketua Komisi B DPRK Lhokseumawe Julianti, S.Sos. [Sugito Tassan | mediaaceh.co.id].

“Pendapatan Asli Daerah bersumber dari retribusi sampah dituntut meningkat, tapi nyatanya kesadaran warga masyarakat masih minim, oleh karena itu dalam kesempatan RDP dengan Komisi B DPRK Lhokseumawe DLHK berharap agar Komisi B mengusulkan dengan Badan Legislasi DPRK Lhokseumawe untuk merevisi Qanun dan Perwal agar ada di masukan klausul terhadap pemberian sanksi bagi masyarakat yang tidak patuh membayar retribusi sampah,” kata Kadis DLHK Lhokseumawe Syuib.

LHOKSEUMAWE | mediaaceh.co.id – Problem masalah sampah di Kota Lhokseumawe sudah sangat pelik, pasalnya keberadaan sampah tidak sebanding dengan sarana angkut maupun alat berat di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Gampong Alue Liem, Kecamatan Blang Mangat Lhokseumawe.

BACA JUGA...  Komisi A DPRK Lhokseumawe Larang Pemerintah Gampong Kunker Keluar Daerah

Hal ini terjadi disebabkan anggaran masih tergolong minim, betapa tidak armada angkut sampah saat ini sudah tergolong tua begitu juga alat berat di lokasi TPA, butuh dilakukan peremajaan, namun membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Alhasil, saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B DPRK Lhokseumawe dengan mitra kerjanya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lhokseumawe belum lama ini diruang Rapat Gabungan Komisi terungkap bahwa DLHK Lhokseumawe berharap Komisi B DPRK Lhokseumawe dapat mengusulkan terhadap revisi Qanun dan Perwal terhadap pemberian sanksi bagi masyarakat yang tidak membayar retribusi sampah.

BACA JUGA...  Realisasi PAD 100 Persen, DPRK Banda Aceh Beri Pujian

Berita Terkait

Rahmatsyah Resmi Dilantik
Pelatihan Jurnalistik di Aceh Selatan Bekali Pelajar Hadapi Persaingan Era Digital
Pasca Banjir Mengubah Cara Pandang, Geuchik Pon: Perlu Dukungan Pemerintah untuk Swasembada Pangan
Gatot Sugiharto: Negara Harus Bedakan “Penambang Perut” dan “Penambang Keruk”
WTP Kesebelas Kalinya untuk Pemerintah Aceh Tamiang
DPRK Lhokseumawe Minta DPMPTSP Tingkatkan Pelayanan Perizinan
Komis B Minta Disperindagkop Lhokseumawe Tingkatkan Kapasitas Koperasi dan UMKM
Komisi A DPRK Lhokseumawe Larang Pemerintah Gampong Kunker Keluar Daerah

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:12 WIB

Rahmatsyah Resmi Dilantik

Rabu, 9 September 2026 - 19:31 WIB

Pelatihan Jurnalistik di Aceh Selatan Bekali Pelajar Hadapi Persaingan Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:22 WIB

Pasca Banjir Mengubah Cara Pandang, Geuchik Pon: Perlu Dukungan Pemerintah untuk Swasembada Pangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:08 WIB

Gatot Sugiharto: Negara Harus Bedakan “Penambang Perut” dan “Penambang Keruk”

Minggu, 25 Mei 2025 - 06:12 WIB

WTP Kesebelas Kalinya untuk Pemerintah Aceh Tamiang

Berita Terbaru

HUKOM

KPK Usut Korupsi BPN

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:50 WIB

Tim Gabungan mengevakuasi jenazah korban ke dalam mobil untuk diserahkan kepada pihak keluarga korban.(Foto/mediaaceh.co.id/(istimewa).

PERISTIWA

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:41 WIB

Pertemuan dan Silahturahmi Direksi PT BAS dengan Kapolda Aceh.

RAGAM BERITA

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:29 WIB

Penyerahan SK Ketua DPD Partai Demokrat Aceh oleh Walikota Lhokseumawe Sayuti Abu Bakar.

POLITIK

Sayuti Resmi Nahkodai Demokrat Aceh

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:05 WIB

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB