“Tari Bines bukan hanya tentang gerakan tari, tetapi juga tentang syair dan pesan yang diwariskan masyarakat Gayo. Karena itu, kita perlu menjaga kesenian ini agar tetap dikenal dan dipahami oleh generasi muda,” ujar Nurlaila.
Menurutnya, keberlangsungan kesenian tradisional membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Generasi muda menjadi bagian penting karena merekalah yang nantinya menentukan apakah sebuah tradisi tetap hidup atau hanya tinggal dalam catatan sejarah.
“Mari kita rawat dan hidupkan terus seni tradisi kita. Anak-anak muda dapat mengenalnya melalui sanggar, sekolah, festival, pertunjukan maupun ruang digital. Semakin sering dikenalkan dan dimainkan, semakin besar peluang warisan budaya ini untuk terus hidup,” katanya.
Bines di Tengah Perubahan Zaman
Seperti banyak kesenian tradisional lainnya, Tari Bines juga menghadapi tantangan.
Perubahan pola hiburan, perkembangan teknologi dan semakin luasnya akses masyarakat terhadap berbagai bentuk kesenian membuat generasi muda memiliki banyak pilihan hiburan.
Kondisi tersebut dapat membuat kesenian tradisional semakin jarang disentuh jika tidak ada upaya untuk memperkenalkannya dengan cara yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Namun, Bines memiliki sesuatu yang membuatnya tetap relevan.















