DAK Fisik Aceh Tamiang, Dipeloroti Atau di ‘Amputasi’?

Ilustrasi Dana Alokasi Khusus. (Foto/Dok : Ist/mediaaceh.co.id).

Berdasarkan hasil pemeriksaan
fisik yang dilakukan BPK RI, 17 paket pekerjaan tersebut menunjukkan kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp3 miliar lebih.

Dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI nomor : 1. ALHP/XVIILBAC/03/2024 Tanggal 25 Maret 2024, kekurangan volume di 17 paket pekerjaan itu di antaranya penanganan Long Segment jalan Bandung Jaya – Dusun Air Terjun Paya Tampah dengan nilai kontrak Rp7,8 miliar.

BACA JUGA...  Polres Bireuen Gelar Pelatihan Latpraops Mantap Praja Seulawah 2024 

Kegiatan itu dikerjakan oleh CV AG dengan nomor kontrak 600.620/009/BMJL. Anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023. Hasil pemeriksaan BPK menemukan kekurangan volume pada kegiatan itu sebesar Rp865 juta lebih.

Kemudian penanganan Long Segment jalan Tenggulun Desa Kumbul yang dikerjakan oleh CV AI dengan nilai kontrak sebesar Rp12,8 miliar bersumber dari DAK. Pekerjaan dengan nomor kontrak 600.620/008/BM-JLVIV2023 tertanggal 20 Juli 2023 itu, mengalami kekurangan volume sebesar Rp864 juta.

BACA JUGA...  Fungsi Kabid Dikesampingkan, Kepala Dinas Pertanian Galus Dilanda Mosi tak Percaya Internal

Selanjutnya kegiatan pembangunan jalan Suka Jadi, Ingin Jaya yang dikerjakan oleh PT AAU dengan nilai kontrak sebesar Rp2,6 miliar.

Kekurangan volume pada kegiatan tersebut mencapai Rp374 juta lebih. Lalu penanganan Long Segment jalan Komplek Pertamina – Pabrik Mini PKS Paya Meta bersumber dari DAK dengan nilai kontrak Rp7,3 miliar lebih.