“PLTS ini bukan hanya soal listrik gratis. Ini tentang edukasi dan perubahan pola pikir. Bahwa masa depan energi kita harus bersih dan ramah lingkungan,” jelas Tomi Wahyu Alimsyah, Manager PEP Rantau Field.
DI DESA KEBUN RANTAU, Kecamatan Rantau, wajah masyarakat tampak sumringah. Di balik senyum itu ada harapan baru yang lahir dari sebuah bangunan sederhana namun penuh makna; [Inclusive Shelter], gedung multifungsi yang baru saja diresmikan oleh Pertamina EP (PEP) Rantau Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan Zona 1.
Bangunan bercat cerah dengan atap mengkilap itu tidak hanya berdiri sebagai gedung serbaguna. Ia membawa simbol perubahan [ruang di mana kesehatan, kebersamaan, dan perlindungan bisa berpadu dalam satu tempat].
Sebuah Gedung, Banyak Makna
Di dalam ruangan yang masih berbau cat baru, kursi-kursi plastik tertata rapi. Anak-anak tampak berlarian, sementara para ibu duduk sambil membayangkan bagaimana posyandu bulanan akan terasa lebih nyaman di sini. Tidak lagi harus menumpang di rumah warga atau balai desa seadanya.
“Dengan fasilitas ini, kegiatan posyandu pasti lebih tertib. Anak-anak juga lebih senang datang karena tempatnya bersih dan luas,” kata Fatimah, seorang kader posyandu desa, sambil mengusap pundak anaknya yang duduk di pangkuan.




