Jalan Rusak di Gerbang Pertamina; Suara dari Aceh Tamiang yang Tak Boleh Diabaikan

“Jalan di Kampung Alur Manis rusak berat, Pertamina diamkan saja. Dan parahnya lagi, yang persis di depan pintu gerbang komplek Pertamina kondisinya pun sama. Kita harap Pertamina jangan tutup mata,” ujarnya, Kamis, 2 Oktober 2025.

SIANG ITU, debu menari-nari di udara Desa Alur Manis. Setiap kali truk besar melintas, gumpalan tanah yang kering beterbangan, membuat pengendara motor terpaksa menutup hidung dengan kain seadanya.

BACA JUGA...  Tekan Kasus Aktif Covid-19 Dengan Disiplin Protokol Kesehatan

Di musim hujan, debu berubah jadi lumpur, melapisi aspal dengan licin yang berbahaya.

“Kalau hujan, jalan ini jadi seperti kubangan. Anak saya pernah jatuh waktu pulang sekolah karena bannya selip,” kata Maimunah 42 tahun, seorang ibu rumah tangga yang tinggal tak jauh dari gerbang Pertamina EP Rantau. Suaranya bergetar, mengingat kembali luka di lutut anaknya yang masih membekas.

BACA JUGA...  Yufaidir: Pemkab Bireuen dan Dinas Terkait Buka Mata Terkait Jalan Ini

Bagi masyarakat sekitar, jalan ini bukan sekadar aspal. Ia adalah urat nadi yang menghubungkan kampung ke pusat kota.

Petani membawa hasil bumi ke pasar, anak-anak sekolah berangkat menuntut ilmu, dan pekerja harian mencari rezeki. Namun kini, semua itu harus ditempuh dengan penuh was-was.

Desakan dari Parlemen Daerah

Kondisi ini akhirnya menggugah suara di kursi parlemen. Sugiono Sukandar, anggota DPRK Aceh Tamiang dari Partai Gerindra, angkat bicara lantang.