Inclusive Shelter ini memang dirancang untuk menjadi pusat aktivitas. Tak hanya posyandu, tetapi juga rapat desa, kegiatan sosial, hingga ekonomi kreatif warga. Dan lebih jauh lagi, ia bisa menjadi tempat perlindungan ketika bencana datang [sesuatu yang sangat penting di wilayah rawan banjir seperti Aceh Tamiang].
Energi Bersih yang Memberi Harapan
Yang membuat gedung ini istimewa, selain multifungsi, adalah hadirnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1.000 watt. Panel surya di atap memantulkan cahaya matahari, seakan ingin menegaskan bahwa energi bersih bisa menyokong kehidupan masyarakat desa.
“PLTS ini bukan hanya soal listrik gratis. Ini tentang edukasi dan perubahan pola pikir. Bahwa masa depan energi kita harus bersih dan ramah lingkungan,” jelas Tomi Wahyu Alimsyah, Manager PEP Rantau Field.
Bagi pemuda desa, PLTS ini menjadi hal baru yang menarik. Arif (22), mahasiswa asal Kebun Rantau, menuturkan, “Saya jadi ingin belajar lebih dalam tentang energi surya. Siapa tahu, ke depan kita bisa kembangkan sendiri panel surya untuk rumah-rumah warga. Ini kesempatan yang membuka wawasan.”
Apresiasi dan Harapan
Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, yang hadir langsung dalam peresmian, menyampaikan apresiasinya. “Program CSR Pertamina ini sangat baik. Kita berharap semakin banyak program serupa yang berkelanjutan hadir di desa-desa lainnya,” ujarnya.




