Di sinilah nilai kemanusiaan terasa: perusahaan energi tidak hanya mengeruk sumber daya, tetapi juga mengembalikan sesuatu yang berharga bagi kehidupan masyarakat sekitar.
Cahaya di Ujung Hari
Sore itu, matahari perlahan tenggelam di ufuk barat. Sinar oranye memantul di panel surya di atas gedung baru. Anak-anak masih berlarian, tertawa riang, sementara para ibu mulai menata kursi yang tadi digunakan untuk acara peresmian.
Inclusive Shelter bukan sekadar bangunan. Ia adalah ruang harapan [tempat di mana cahaya energi bersih berpadu dengan hangatnya solidaritas manusia]. Dan dari Desa Kebun Rantau, cahaya itu kini menyala. [].




