Bur Telege, Negeri di Atas Awan Tanah Gayo: Menyepi Sejenak, Menemukan Tenang

Minggu, 26 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tengah (MA) — Di tengah bentang alam dataran tinggi Gayo yang sejuk dan sunyi, Bur Telege hadir sebagai tempat yang seolah mengajak siapa pun untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan. Bukan sekadar destinasi wisata biasa, kawasan ini menawarkan pengalaman menyatu dengan alam yang jarang ditemukan di tempat lain.

Berada di ketinggian dengan lanskap pegunungan yang masih alami, Bur Telege menyuguhkan panorama Danau Laut Tawar dari sudut pandang yang memukau. Dari atas, danau tampak tenang dikelilingi perbukitan hijau, sementara kabut tipis kerap turun perlahan, menciptakan suasana dramatis yang membuatnya dijuluki “negeri di atas awan”.

BACA JUGA...  Majukan Wisata Melalui Musik Forkopinda Kota Sabang Lakukan Coffe Night

Keindahan ini bukan tanpa pengakuan. Pada Anugerah Pesona Indonesia Award 2022, Bur Telege berhasil meraih posisi kedua sebagai dataran tinggi terbaik di Indonesia—mengukuhkan daya tariknya di kancah nasional.

Waktu terbaik menikmati Bur Telege adalah saat pagi hari. Ketika matahari perlahan muncul dari balik bukit, cahaya keemasan menyelimuti danau dan lembah di sekitarnya. Momen ini menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menyaksikan perpaduan cahaya, kabut, dan lanskap yang nyaris sempurna.

BACA JUGA...  Gubernur Aceh Harap Kerjasama Wisata Cruise Sabang dan Bali

Perjalanan menuju lokasi pun menjadi bagian dari pengalaman. Jalan berkelok khas pegunungan membawa pengunjung melintasi hutan, perkampungan, hingga hamparan alam khas Gayo yang memanjakan mata. Setibanya di lokasi, wisatawan hanya perlu membayar tiket dengan harga terjangkau untuk menikmati seluruh keindahan yang ditawarkan, termasuk pertunjukan budaya seperti tarian tradisional Gayo yang sesekali dipentaskan.

BACA JUGA...  Penyandang Cacat Curhat Ke Ketua DPRK Abes

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB

RAGAM BERITA

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:42 WIB

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan

Jumat, 11 Sep 2026 - 23:52 WIB