Keaslian jejak sejarah itulah yang membuat Bukit Kerang menjadi satu-satunya situs purbakala berbentuk shell midden paling lengkap dan terawat di Aceh. Kementerian Kebudayaan bahkan beberapa kali menjadikannya lokasi penelitian untuk mahasiswa arkeologi se-Sumatera.
Destinasi Wisata Edukasi yang Mengajak Pengunjung “Masuk ke Masa Lalu”
Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Aceh Tamiang dalam beberapa tahun terakhir telah memperkuat pengembangan Bukit Kerang sebagai destinasi unggulan. Penataan jalur edukasi, pemasangan infografis sejarah, hingga pembangunan ruang terbuka di sekitar area situs membuat kunjungan terasa lebih nyaman dan menarik.
Pengunjung kini dapat mengikuti jalur interpretasi yang menjelaskan:
Asal-usul terbentuknya Bukit Kerang
Temuan arkeologi penting
Penjelasan tentang pola makan dan budaya manusia purba
Proses konservasi situs
Sejarah migrasi manusia awal di kawasan pantai timur Sumatera
Dengan konsep wisata edukasi, pelajar, mahasiswa, dan keluarga bisa menikmati pengalaman belajar yang dirancang ringan, visual, dan interaktif. Bukit Kerang menjadi laboratorium arkeologi alam yang terbuka bagi siapa saja.

“Wisata sejarah tidak harus membosankan. Di Bukit Kerang, pengunjung bisa menyentuh langsung jejak peradaban yang sangat tua, sambil menikmati suasana alam pedesaan yang asri,” ujar seorang pemandu wisata lokal.




