Muslim berkeyakinan, jika PPKM tidak berjalan pada relnya, bukan tak mungkin rakyat Aceh kembali melakukan perlawanan.
Seandainya Aceh kembali lagi berkonflik, siapa yang bertanggung jawab..?. Ketahuilah orang Aceh seperti air, dia lembut dan bermanfaat dan mau merendah dan slelalu merendah, tetapi jangan coba-coba air ditekan, dia akan beriak.
“Maka kami harapkan para pemangku jabatan diseluruh Aceh jangan asal membuat aturan.! Jangan asal memenuhi hajat atasan tanpa memperdulikan hak hak rakyat, jangan selesaikan masalah dengan membuat masalah baru,” tegasnya
Silakan lawan covit di Aceh dengan cara yang humanis dan diterima oleh seluruh lapisan rakyat dengan tidak menyengsarakan rakyat..!.
Jika ingin rakyat dibatasi maka sediakan dulu jatah hidup rakyat minimal Rp 100.000 per KK tiap hari agar rakyat tidak keluar rumah, tetapi jika PPKM diberlakukan tanpa mencari solusi agar rakyat tidak lapar maka itu sama dengan membunuh rakyat.
“Kami tidak anti PPKM tetapi kami anti kedhaliman, kami tidak melawan kibijakan pemerintah tetapi kami tak terima jika pemerintah bersikap semena mena karna seluruh penjajahan diatas dunia harus dihapuskan,” Pungkasnya. [Syawaluddin]















