Anak-Anak yang Menyaksikan Kekerasan

Sabtu, 18 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anak-Anak yang Menyaksikan Kekerasan. [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Digital Art].

Anak-Anak yang Menyaksikan Kekerasan. [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Digital Art].

Malam yang Retak di Negeri yang Diam

Dua peristiwa berbeda, dua kota berbeda, tapi pola yang sama: kekerasan terhadap jurnalis dan diamnya negara.

Aceh bukan baru kali ini menyaksikan teror terhadap pers. Dalam dua tahun terakhir, sedikitnya enam kasus kekerasan fisik dan digital terhadap wartawan terjadi di wilayah ini.

Pelaku sering kali memiliki posisi kekuasaan; baik di pemerintahan desa, maupun institusi keamanan.

BACA JUGA...  Kegiatan Kolaboratif Psikososial Bintang Kecil Sukses, Oka Yulia: Fokus  pada Anak-anak

Dan setiap kali peristiwa terjadi, reaksi negara seragam; akan menyelidiki.

Namun penyelidikan itu sering berakhir tanpa pelaku yang ditahan, tanpa keadilan yang nyata.

Di Aceh Tengah, laporan sudah masuk ke kepolisian, tapi pelaku masih bebas. Di Subulussalam, investigasi belum juga dimulai.

Prof. Sutan: “Negara Telah Gagal Lindungi Rakyat”

Ketika dua peristiwa itu menjadi sorotan publik, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH., pakar hukum pidana internasional sekaligus Presiden Partai Oposisi Merdeka, menyampaikan kecaman keras.

BACA JUGA...  Ini kata Wakil Ketua DPRA Penuhi Pemanggilan KPK RI

Baginya, ini bukan sekadar serangan terhadap dua individu. Ini bentuk pembiaran terhadap demokrasi.

“Tindakan kekerasan terhadap wartawan ini tidak bisa dianggap biasa. Ini pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia, kebebasan pers, dan prinsip dasar demokrasi,”

[Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH].

Suara di seberang teleponnya terdengar tenang tapi getir.

BACA JUGA...  Pembahasan Dokumen AMDAL pada Pembukaan Jalan Kaloy – Lesten, harus Terbuka dan Transfaran

“Kalau Presiden tidak segera bersikap, itu artinya pembiaran sistematis. Wartawan punya peran vital menjaga nalar publik. Menyerang mereka, sama saja menyerang hak rakyat untuk tahu,” ujarnya.

Dalam pandangannya, pembiaran semacam ini bukan hanya kegagalan hukum, tapi pengkhianatan terhadap konstitusi.

Berita Terkait

KPK Usut Korupsi BPN
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
Penculikan Mahasiswa Terungkap, Polisi Amankan Senpi dan Pelaku
Tgk Agam Bantah Pukul ML, Siapkan Laporan Balik
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Polisi Bongkar Aksi Bobol Dua Rumah Kajhu

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:50 WIB

KPK Usut Korupsi BPN

Kamis, 17 September 2026 - 12:04 WIB

Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Kamis, 10 September 2026 - 17:40 WIB

Penculikan Mahasiswa Terungkap, Polisi Amankan Senpi dan Pelaku

Berita Terbaru

Badan Jalan Kabupaten lintasan pegunungan Gunung Sekorong Kluet Timur Aceh Selatan tanpa fasilitas drainase dan rawan  longsor sehingga warga dihantui was-was.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Longsor Menghantui Pengguna Jalan 

Senin, 21 Sep 2026 - 19:46 WIB

Ketua ODGJ Aceh Utara Barona Raja saat mendampingi penanganan ODGJ di Aceh Utara.

KESEHATAN

Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Senin, 21 Sep 2026 - 15:10 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Umumkan Penerima Bantuan Bencana Sebesar Rp328,456 M

Senin, 21 Sep 2026 - 12:29 WIB