Pemerintah daerah menargetkan seluruh sekolah terdampak bencana dapat diperbaiki sepanjang tahun 2026.
Penguatan Karakter Lewat Gerakan Mengaji
SELAIN fokus pada pembangunan infrastruktur pendidikan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga meluncurkan Gerakan Mengaji Sebelum Belajar.
Program tersebut bertujuan menanamkan nilai keagamaan, membangun disiplin, serta memperkuat akhlak peserta didik sejak dini.
Armia mengatakan, pendidikan akademik harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter siswa.
Menurut dia, generasi masa depan tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga harus dibekali nilai moral dan spiritual yang kuat.
Anggaran Rp192 Miliar untuk 254 Sekolah
SECARA terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Sepriyanto, menjelaskan bahwa program revitalisasi pendidikan tahun 2026 menyasar 254 sekolah dengan total anggaran mencapai Rp192 miliar.
Rinciannya meliputi:
119 TK/PAUD dengan anggaran Rp47,3 miliar.
116 sekolah dasar dengan anggaran Rp109,7 miliar.
19 sekolah menengah pertama dengan anggaran Rp34,9 miliar
Namun demikian, masih terdapat sejumlah sekolah terdampak banjir yang belum masuk dalam program revitalisasi, yakni:
5 TK
7 SD, termasuk dua sekolah relokasi pembangunan baru
26 SMP
Sementara itu, untuk jenjang pendidikan menengah, terdapat 20 sekolah yang memperoleh anggaran revitalisasi, terdiri atas:
10 SMA
9 SMK
1 SLB
Pemerintah daerah mengajak masyarakat, tokoh agama, tenaga pendidik, dan orang tua untuk ikut mengawal keberhasilan program tersebut agar pemulihan pendidikan di Aceh Tamiang berjalan optimal.





