Menurut dia, pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan.
Armia mengakui banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah sekolah, mulai dari ruang kelas hingga sarana pendukung lainnya. Kondisi tersebut sempat menghambat proses belajar mengajar.
Sebagai respons atas kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mendukung pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 serta bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Program itu difokuskan pada rehabilitasi dan pembangunan sarana-prasarana pendidikan agar siswa dapat kembali belajar di lingkungan yang aman dan layak.
Armia menegaskan bahwa revitalisasi sekolah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga pemulihan semangat belajar para siswa.
“Ini bukan sekadar membangun gedung sekolah, tetapi juga membangun kembali harapan anak-anak kita,” katanya.
Ia meminta seluruh pihak yang terlibat menjalankan program tersebut secara serius dengan tetap mengedepankan kualitas pekerjaan, transparansi anggaran, serta kepatuhan terhadap petunjuk teknis yang berlaku.





