Pemulihan pascabencana tidak berhenti pada pembangunan jalan, jembatan, maupun hunian warga. Di Aceh Tamiang, upaya membangun kembali masa depan juga dimulai dari ruang-ruang kelas yang sempat lumpuh akibat banjir.
Melalui revitalisasi sekolah dan penguatan pendidikan karakter, pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa bencana tidak memutus akses pendidikan anak-anak. Dari sekolah yang kembali berdiri, harapan baru pun perlahan dibangun. [].





