Bukit Kerang Aceh Tamiang: Jejak Peradaban Purba yang Menjadi Destinasi Wisata Edukasi Paling Unik di Sumatera

 

ACEH TAMIANG (MA) — Di tengah geliat pariwisata Aceh yang semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Aceh Tamiang kembali menegaskan diri sebagai daerah yang kaya potensi sejarah dan alam. Salah satu destinasi yang kini semakin banyak menyita perhatian para peneliti, wisatawan edukasi, hingga pecinta sejarah adalah Bukit Kerang, situs purbakala yang menyimpan jejak kehidupan manusia ribuan tahun lalu.

BACA JUGA...  Sabang Daerah Pertama di Bangun Gedung Pusat Pelayanan GIS

Terletak di Kecamatan Bendahara, sekitar 30 menit perjalanan dari pusat Kota Karang Baru, Bukit Kerang menjadi saksi bisu tentang bagaimana manusia pada masa prasejarah memanfaatkan kekayaan alam di kawasan pesisir Aceh Tamiang. Tidak hanya unik dari sisi arkeologi, situs ini juga telah ditata sebagai destinasi wisata yang mampu menggabungkan edukasi, petualangan, dan rekreasi dalam satu paket lengkap.

BACA JUGA...  Hutan Mangrove Langsa: Destinasi Ekowisata Kebanggaan Kota Langsa yang Mendunia

Warisan Prasejarah Ribuan Tahun yang Masih Terjaga

Bukit Kerang, sebagaimana namanya, merupakan sebuah gundukan besar yang terbentuk dari tumpukan sisa-sisa kulit kerang dan makanan laut lainnya—peninggalan manusia prasejarah. Para arkeolog memperkirakan situs ini berusia ribuan tahun, bahkan sudah dihuni sebelum munculnya peradaban agraris di wilayah Aceh.

Ketika pengunjung tiba di kawasan tersebut, mereka disambut oleh tumpukan kerang raksasa yang menimbun bukit kecil dengan ketinggian lebih dari 5 meter. Bukan sekadar gundukan biasa, Bukit Kerang memberikan gambaran tentang pola hidup masyarakat purba yang mengandalkan hasil laut sebagai makanan utama. Kajian arkeologi menunjukkan adanya temuan rangka manusia, pecahan gerabah, batu alat, dan struktur lain yang mengindikasikan kehidupan intensif di lokasi tersebut.