Kota Panton Labu Dikepung Banjir, Siapa Salah?

Selasa, 15 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Kota Panton Labu saat usia Hujan deras.

Kondisi Kota Panton Labu saat usia Hujan deras.

Oleh: Sayed Fauzi, S.Sos

Ayo, sejenak kita merenung. Apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan tempat tinggal kita tercinta, Kota Panton Labu? Hanya dalam waktu satu jam saja, hujan deras mengguyur kawasan ini dan seketika pusat kota tergenang banjir. Jalan utama lumpuh, aktivitas warga terganggu, dan roda perekonomian tersendat. Pertanyaannya: siapa yang harus disalahkan?

BACA JUGA...  Pers Maju, Bangsa Melaju: Suara dari Kilometer Nol Indonesia

Kita begitu cepat menunjuk pemerintah sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. Memang, dalam kapasitasnya, pemerintah memiliki peran penting dalam merancang tata kota yang ramah lingkungan, memperbaiki sistem drainase, dan menanggulangi banjir secara struktural. Namun, mari kita bertanya dengan hati nurani, apakah semua ini hanya kesalahan pemerintah semata?

Banjir yang terjadi bukan hanya akibat hujan semata, tetapi juga cerminan dari pola hidup kita sehari-hari. Lihatlah saluran-saluran air yang tersumbat oleh sampah rumah tangga. Banyak warga masih membuang limbah ke sungai dan parit tanpa memikirkan dampaknya. Ruang terbuka hijau semakin menyempit, digantikan bangunan tanpa perencanaan. Semua itu tentu berdampak besar pada sistem resapan air yang seharusnya menjadi benteng alami dari banjir.

BACA JUGA...  Kekuasaan di Balik Kata: Mempengaruhi Opini Publik dan Mengubah Sejarah

Kita juga harus bertanya: sudahkah kita turut menjaga lingkungan? Ataukah kita hanya menuntut tanpa mau berubah? Pemerintah bisa membangun infrastruktur, tapi jika warganya tetap tak peduli, maka persoalan ini akan terus terulang.

Berita Terkait

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis
Di Bawah Bayang Disrupsi Digital, Pers Tetap Menjadi Ruang Verifikasi Publik

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:05 WIB

Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:14 WIB

Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Jamah MTH Hadiri Milad Ke-13 dan Haul Ke-4 Alm Rizky Adiguna 

Kamis, 27 Agu 2026 - 21:50 WIB

PEMERINTAHAN

Tarmizi Kumpulkan Pihak Perusahaan 

Kamis, 27 Agu 2026 - 21:42 WIB