Sentimen Menggantikan Argumen, Apa yang Tersisa dari Pilkada  Demokratis?

Selasa, 22 Oktober 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Tgk. Muhsin, MA

SETIAP kali  Pilkada, kita seharusnya merayakan pesta demokrasi dengan riang gembira, di mana rakyat akan memilih pemimpin terbaik. Pemimpin
yang bisa mewujudkan kesejahteraan rakyat dan keadilan bagi daerahnya.

Sayang seribu kali sayang,  praktiknya, Pilkada sering kali menjadi panggung bagi permainan sentimen, bukan arena adu gagasan berbasis argumen yang kuat.

BACA JUGA...  Dari Semua Presiden, Ir. Joko Widodo Memang Milik Orang Kaya

Alih-alih fokus pada program, visi, dan solusi yang konkret, Pilkada sering berubah menjadi kontestasi emosi, di mana popularitas lebih diutamakan daripada kualitas kepemimpinan.

Fenomena ini mencerminkan bagaimana politik kita, terutama dalam konteks Pilkada, telah mengalami pergeseran yang sangat signifikan.

Ketika argumen yang rasional, berbasis data, dan memiliki arah yang jelas tergantikan oleh permainan sentimen emosional, kita bertanya, apa yang sebenarnya terjadi dengan esensi demokrasi?

BACA JUGA...  New Psychoaktif Subtances dan Novelty UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika

Politik Identitas dan Sentimen Emosional

Salah satu bentuk paling nyata dari politik sentimen yang muncul dalam Pilkada adalah politik identitas.

Para kandidat, alih-alih mempresentasikan rencana pembangunan yang konkret, lebih sering memanfaatkan identitas seperti agama, etnis, atau asal daerah untuk memicu perasaan solidaritas di antara kelompok tertentu.

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

Dandim 0107/Asel Letkol (Inf) Andrino    menyerahkan bantuan kepada 40 warga Sawang yang tidak mampu.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

MILITER

TNI Hadir Untuk Warga Kurang Mampu

Sabtu, 3 Okt 2026 - 19:07 WIB

NANGGROE

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim

Sabtu, 3 Okt 2026 - 12:15 WIB