Ketua Sabena Komuniti Aceh Malaysia, Saiful Bahri alias Bos Pon, bersama Datuk Mansyur Usman sebagai perwakilan Aceh Malaysia di Kuala Lumpur, mengajak seluruh masyarakat untuk terus menunggu dan berdoa agar Presiden Prabowo Subiarto dapat mempertimbangkan untuk mengubah status bencana di Aceh menjadi Status Bencana Nasional.
“Bantuan yang terkumpul ini ada sekitar 500 hingga 600 ton. Barang ini semua terkumpul dari seluruh masyarakat Aceh yang tersebar di Malaysia. Dan ini sudah terkumpul sejak tanggal 17 Desember 2025 lepas,” kata Bospon dengan suara yang mulai lelah menunggu kepastian.
Dia menegaskan, bantuan tersebut tidak boleh terlalu lama disimpan karena banyak bahan makanan seperti beras dan bahan pokok lainnya yang memiliki masa simpan terbatas. Nilai barang mencapai puluhan miliar rupiah.
“Pak Tito juga menyampaikan akan dikirim kapal dalam segera. Tapi sampai saat ini hampir satu bulan belum ada satu pun ruang untuk kami mengirim barang ini. Nilai barang ini kan besar, sampai puluhan miliar, jadi kami harap ada solusi terkait ini. Pemerintah jangan hanya berjanji-janji saja,” ungkap Bospon dengan nada kesal yang mewakili seluruh diaspora Aceh di Malaysia.
Janji Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk mengirimkan kapal mengangkut bantuan dari Malaysia ke Aceh diucapkan hampir sebulan lalu. Hingga detik ini, kapal itu tidak pernah ada.



