500 Ton Bantuan Terkunci di Malaysia; Abu Salam Sebut Pusat Sibuk Seremonial

Rabu, 14 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Di 20 titik pengumpulan, karung-karung beras, mie instan, selimut, dan kebutuhan pokok lainnya menunggu kapal yang tidak pernah datang.

Di Jakarta, pemerintah pusat masih sibuk dengan rapat koordinasi dan seremonial yang tidak menyentuh kebutuhan rakyat di lapangan.

Dan di Aceh, Abu Salam masih berteriak, masih menuntut, masih mengingatkan bahwa di balik angka-angka korban meninggal dan hilang, ada manusia-manusia yang butuh diselamatkan, bukan dijanjikan.

BACA JUGA...  Bupati Bireuen: Jangan Main-main dengan Bantuan Rumah Layak Huni

Kata-kata empati dari Gubernur Mualem—”Kepada seluruh masyarakat Aceh yang terdampak, kami menyampaikan empati dan dukungan penuh. Pemerintah akan terus hadir, bekerja, dan memastikan proses pemulihan berjalan sebaik-baiknya“—terasa hambar ketika rakyat masih kelaparan, masih terisolir, masih menunggu bantuan yang tidak kunjung datang.

Empati tanpa tindakan nyata hanyalah kata-kata kosong yang tertiup angin. Dan rakyat Aceh, yang sudah terlalu lama menderita, tidak butuh kata-kata lagi. Mereka butuh kapal. Mereka butuh bantuan.

BACA JUGA...  Peduli Korban Banjir, Mantan Sekda Aceh Selatan Nasjuddin Serahkan Bantuan

Mereka butuh pemerintah yang tidak hanya pandai berpidato, tetapi juga mampu menyelamatkan nyawa dan mulai serius menghentikan penebangan liar yang terus menggerogoti masa depan.

Abu Salam benar. Proses rekonstruksi pemerintah pusat memang terlalu banyak seremonial.

Berita Terkait

Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
SPS Aceh Berduka, Sjamsul Kahar Tinggalkan Jejak Panjang Pers Aceh
Jelang 4 Desember, NGO HAM Imbau Jaga Ketertiban
Faisal Temui Safrizal, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Aceh
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Musim Hujan Kembali, Faisal Rizal Desak Pusat Percepat Rehab-Rekon Aceh
Mahasiswa USK Desak Pemerintah Percepat Rehabilitasi Pascabencana Aceh
Dinding Krueng Doy Ambruk, Jalan Warga Terancam Ikut Longsor

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 16:53 WIB

Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak

Kamis, 24 September 2026 - 07:21 WIB

SPS Aceh Berduka, Sjamsul Kahar Tinggalkan Jejak Panjang Pers Aceh

Minggu, 20 September 2026 - 19:53 WIB

Jelang 4 Desember, NGO HAM Imbau Jaga Ketertiban

Kamis, 17 September 2026 - 18:41 WIB

Faisal Temui Safrizal, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 17:19 WIB

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat diserahkan potongan beras kenta oleh pihak Yayasan Buddha Tzu Chi pada acara peresmian Huntap di Gampong Alue Papeun, Senin, (28/9).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Terima Kasih Yayasan Buddha Tzu Chi

Selasa, 29 Sep 2026 - 00:42 WIB

RAGAM BERITA

FOSKADJA Resmi Bentuk Kepengurusan Baru Masa Bakti 2026-2029

Senin, 28 Sep 2026 - 22:19 WIB

Bunda PAUD Julok, Ny. Raudhatul Jannah, berfoto bersama anak-anak PAUD/TK menyaksikan kegiatan Edukasi dan Simulasi Keselamatan Kebakaran Sejak Dini di Stadion TM Djafar Kuta Binjei, Kec. Julok, Aceh Timur, Kamis (24/9).

EDUKASI

PAUD-HI Perkuat Edukasi Keselamatan Anak

Senin, 28 Sep 2026 - 20:20 WIB

Kepala Cabang BPJS Tapaktuan Mahmul Ahyar didampingi pejabat dan staf poto bersama dengan wartawan, seusai NGOBAM di Kantor BPJS Jalan Jendral Sudirman Tapaktuan, (28/9/2026).(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

KESEHATAN

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Senin, 28 Sep 2026 - 20:12 WIB

NEWS FEATURE

Hasil Forensik Jadi Kunci Penyelidikan Kematian MRF

Senin, 28 Sep 2026 - 15:36 WIB