500 Ton Bantuan Terkunci di Malaysia; Abu Salam Sebut Pusat Sibuk Seremonial

Rabu, 14 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

“Bantuan logistik tertahan sudah semenjak awal Desember 2025. Hingga Januari 2026, pemerintah pusat belum merespons terkait alokasi bantuan tersebut. Hari ini banyak wilayah masih terisolir dan belum mendapat bantuan yang layak. Proses rekonstruksi pemerintah pusat terlalu banyak seremonial,” ujar Abu Salam dengan nada frustasi yang mencerminkan kemarahan rakyat Aceh.

BANDA ACEH | mediaaceh.co – Hari ke-46 sejak banjir bandang menghancurkan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Lebih dari 1.182 jiwa meninggal, 145 orang hilang, ratusan ribu warga masih mengungsi.

BACA JUGA...  Tim HAMAS Peduli Bencana, Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Bandang Rusip

Di tengah kesedihan yang mendalam, ada ironi yang membuat hati rakyat Aceh semakin hancur: 500 ton bantuan logistik dari saudara-saudara mereka di Malaysia masih terkunci, tertahan, terjebak di 20 titik pengumpulan di Negeri Jiran.

Tidak ada kapal. Tidak ada izin. Yang ada hanya janji kosong dari pemerintah pusat yang sibuk dengan seremonial tanpa makna.

BACA JUGA...  PIKABAS Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Layanan Kesehatan Spesialis bagi Korban Banjir Aceh

Malam ini, 11 Januari 2026, rakyat Aceh masih menunggu. Wilayah-wilayah terisolir masih belum mendapat akses bantuan yang layak.

Anak-anak masih kelaparan. Ibu-ibu masih menangis. Dan pemerintah pusat masih berdebat soal istilah: apakah ini “prioritas nasional” atau “bencana nasional“.

Berita Terkait

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:00 WIB

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Berita Terbaru

Ilustrasi cover editorial bantuan stimulan

EDITORIAL

60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB

Tim advokat LBH Peradi Profesional bersama warga mengawal proses hukum dugaan pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Serang, Banten. (Foto: JR/MA)

HUKOM

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB