500 Ton Bantuan Terkunci di Malaysia; Abu Salam Sebut Pusat Sibuk Seremonial

“Bantuan logistik tertahan sudah semenjak awal Desember 2025. Hingga Januari 2026, pemerintah pusat belum merespons terkait alokasi bantuan tersebut. Hari ini banyak wilayah masih terisolir dan belum mendapat bantuan yang layak. Proses rekonstruksi pemerintah pusat terlalu banyak seremonial,” ujar Abu Salam dengan nada frustasi yang mencerminkan kemarahan rakyat Aceh.

BANDA ACEH | mediaaceh.co – Hari ke-46 sejak banjir bandang menghancurkan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Lebih dari 1.182 jiwa meninggal, 145 orang hilang, ratusan ribu warga masih mengungsi.

BACA JUGA...  Kepala BNPB Tinjau Korban Bencana di Langkahan, Serahkan Bantuan Tanggap Darurat

Di tengah kesedihan yang mendalam, ada ironi yang membuat hati rakyat Aceh semakin hancur: 500 ton bantuan logistik dari saudara-saudara mereka di Malaysia masih terkunci, tertahan, terjebak di 20 titik pengumpulan di Negeri Jiran.

Tidak ada kapal. Tidak ada izin. Yang ada hanya janji kosong dari pemerintah pusat yang sibuk dengan seremonial tanpa makna.

BACA JUGA...  KESDM, BPMA, dan Medco E & P, Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh

Malam ini, 11 Januari 2026, rakyat Aceh masih menunggu. Wilayah-wilayah terisolir masih belum mendapat akses bantuan yang layak.

Anak-anak masih kelaparan. Ibu-ibu masih menangis. Dan pemerintah pusat masih berdebat soal istilah: apakah ini “prioritas nasional” atau “bencana nasional“.