Tugas Khusus dari Jokowi untuk Erick Thohir di Aceh

Presiden Joko Widodo berbicara dengan Erick Thohir saat meninjau pabrik NPK milik PT Pupuk Iskandar Muda.

Untuk mencari jalan keluarnya, Erick menjalin komunikasi intens dengan SKK Migas. Belakangan, didapat jaminan pasokan gas untuk PIM pada 2023 dari SKK Migas.

Itu sebabnya, Erick Thohir dapat tersenyum sumringah ketika mendampingi Presiden Jokowi meresmikan pabrik NPK milik PT PIM.

“Pengoperasian pabrik pupuk khusus NPK ini bukti komitmen, sekaligus menjalankan amanat konstitusi dan arahan presiden dalam penyediaan pupuk yang strategis dalam ketahanan pangan demi mendukung visi Indonesia Emas 2045. Keberadaan pabrik ini diharapkan tak hanya memenuhi sebagian kebutuhan pupuk nasional untuk meningkatkan produktivitas pertanian, tapi juga menjaga stabilitas harga pangan nasional,” kata Erick.

BACA JUGA...  Status Aceh Tamiang Zona Oranye

Langkah Strategis untuk Aceh

Erick menyampaikan saat ini total kapasitas produksi pupuk jenis NPK di Pupuk Indonesia (PI) Group mencapai 3,2 juta ton per tahun. Kehadiran pabrik NPK baru membuat total kapasitas produksi PI Group menjadi 3,7 juta ton. Proyeksi kebutuhan NPK nasional mendekati 13,5 juta ton yang sebagian besar dipenuhi produsen NPK swasta dan produk impor.

BACA JUGA...  Plat BK di Aceh Banyak, Sulaiman Manaf: Gubsu Jangan Bergaya Preman

“Khusus untuk Aceh dan sekitarnya dilakukan langkah strategis melalui Pupuk Iskandar Muda,” kata Erick Thohir dalam sambutannya.

Langkah yang dilakukan, kata Erick, antara lain dengan mengoperasikan kembali Pabrik PIM I pada 2022 setelah sempat berhenti beroperasi sejak 2005, sehingga total kapasitas produksi urea sebesar 1,14 juta ton per tahun dan Ammonia sebesar 726 ribu ribu ton per tahun.

BACA JUGA...  Realisasi Pemberdayaan UMKM Aceh Mencapai 34 PersenĀ 

Pembangunan pabrik NPK itu, kata Erick, telah menyerap tenaga kerja sebanyak 1.189 orang selama masa proyek dan 240 orang di fase operasional.