Tiga Ambulans Harapan untuk Aceh Tamiang

Bupati juga menegaskan pentingnya menjaga dan merawat armada yang telah diberikan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Saya instruksikan kepada manajemen rumah sakit agar aset ini dipelihara dengan baik. Gunakan ambulans ini secara optimal untuk kepentingan pelayanan masyarakat dan kebutuhan kedaruratan medis,” tegasnya.

Ketika Banjir Melumpuhkan Rumah Sakit

BACA JUGA...  ‘Belajar Jadi Datok’; Cerita ‘Marut’ dari Sumber Makmur

BENCANA yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025 menjadi salah satu peristiwa paling berat yang dihadapi daerah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Dipicu hujan berintensitas tinggi yang berlangsung selama beberapa hari serta dampak Siklon Tropis Senyar, banjir meluas hingga merendam sejumlah kecamatan.

Ribuan warga terdampak, aktivitas ekonomi terhenti, fasilitas pendidikan lumpuh, dan berbagai infrastruktur publik mengalami kerusakan.

BACA JUGA...  Coaching untuk Supervisi Akademik 

Di sektor kesehatan, dampak yang ditimbulkan terasa sangat serius.

Direktur RSUD Muda Sedia, dr. Andika Putra, Sp.PD, FINASIM, MHKes. mengungkapkan bahwa rumah sakit yang dipimpinnya mengalami gangguan operasional cukup berat akibat bencana tersebut.

Sebanyak delapan unit ambulans milik RSUD Muda Sedia mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat lagi digunakan untuk menunjang pelayanan rujukan pasien.