Akan tetapi, tantangan sesungguhnya justru dimulai pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Kerusakan yang ditinggalkan banjir memperlihatkan betapa rentannya sejumlah fasilitas pelayanan publik terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.
Sekolah membutuhkan rehabilitasi, sarana kesehatan memerlukan perbaikan, jaringan infrastruktur harus dipulihkan, dan aktivitas ekonomi masyarakat perlu dibangkitkan kembali.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang kemudian bergerak melalui pendekatan pemulihan bertahap dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, TNI-Polri, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga kelompok relawan.
Di bawah kepemimpinan Bupati Armia Pahmi, sejumlah program pemulihan diarahkan pada sektor-sektor yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama.
Alasannya sederhana. Ketika pelayanan kesehatan terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan pasien, tetapi juga memengaruhi ketahanan sosial masyarakat secara keseluruhan.
Di sisi lain, sektor ekonomi daerah juga berupaya bangkit dari tekanan akibat bencana. Aktivitas perdagangan yang sempat terganggu mulai bergerak kembali.
Pasar-pasar rakyat perlahan beroperasi normal. Pelaku usaha kecil berusaha memulihkan modal dan mata pencaharian mereka.




