Padahal, pada saat yang sama, kebutuhan layanan kesehatan justru terus meningkat.
Data rumah sakit menunjukkan bahwa jumlah rujukan pasien mengalami tren kenaikan dalam satu dekade terakhir.
Jika pada tahun 2015 rata-rata rujukan pasien berkisar 660 kasus per bulan, maka pada tahun 2025 angka tersebut meningkat menjadi sekitar 730 kasus per bulan.
Kondisi tersebut menciptakan tantangan besar bagi tenaga kesehatan yang harus tetap memberikan pelayanan di tengah keterbatasan sarana.
“Keterbatasan armada pascabencana bahkan sempat memaksa tenaga kesehatan mengevakuasi pasien darurat dan jenazah menggunakan kendaraan seadanya, termasuk becak motor,” ungkap Andika.
Situasi tersebut menggambarkan betapa vitalnya keberadaan ambulans dalam sistem pelayanan kesehatan. Dalam kondisi darurat, setiap menit memiliki nilai yang sangat menentukan keselamatan pasien.
Enam Bulan Pascabanjir [Jalan Panjang Pemulihan Aceh Tamiang]
NAMUN, persoalan yang dihadapi Aceh Tamiang tidak berhenti ketika air banjir surut.
Bencana yang terjadi pada penghujung 2025 meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.
Fase tanggap darurat memang berhasil dilewati melalui evakuasi warga, distribusi bantuan, layanan kesehatan darurat, serta pembukaan akses transportasi yang sempat terputus.




