Tabaruk di Makam Abon Kota Fajar, Disini Ilmu dan Adab Tak Pernah Mati

Kamis, 9 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pusara Abon Kuta Fajar di Komplek Pasantren Darurrahmah Kluet Utara Aceh Selatan.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Pusara Abon Kuta Fajar di Komplek Pasantren Darurrahmah Kluet Utara Aceh Selatan.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Dalam diam, saya teringat pesan yang sering disebut-sebut oleh santri beliau.

“Ilmu itu tidak akan masuk ke hati yang sombong. Ia hanya hinggap pada jiwa yang tenang dan tunduk kepada kebenaran.”

Pesan sederhana, tapi menjadi dasar bagi seluruh perjalanan pendidikan di dayah ini.

Abon dan Tradisi Ilmu yang Beradab.

Nama Abon Kota Fajar bukan hanya dikenal di Aceh Selatan, tapi juga di seluruh pantai barat selatan dan Aceh umumnya. Beliau adalah guru, mursyid, dan pembimbing rohani yang menanamkan ilmu turats—kitab-kitab klasik—dengan penuh kesabaran dan kelembutan.

BACA JUGA...  Pilkada Sehat 

Beliau tidak membangun dayah semegah istana. Tapi dari dayah yang sederhana ini, lahir para pendakwah, guru, dan pemimpin yang membawa nilai-nilai ahlussunnah wal jama‘ah ke berbagai pelosok Aceh.

Mereka belajar tidak hanya dari kitab, tapi dari keteladanan beliau dalam hidup sehari-hari: kesabaran, tawadhu’, dan istiqamah.

Kini, ketika beliau telah wafat sejak 28 Januari 2020, dayah itu tetap hidup. Kelas-kelas masih berjalan, santri-santri masih membaca kitab di bawah lampu-lampu malam, dan suara pengajian tetap menggema di balai-balai. Itulah tanda bahwa ruh ilmu Abon belum pernah padam.

BACA JUGA...  Kuburan Belanda Dijaga, Makam Ulama Dibuang Sampah

Bertabaruk dan Melanjutkan Jalan

Duduk di makam beliau pagi ini, seakan mendengar kembali nasehat dan petuah beliau: “Ajarkan dengan kasih, bukan dengan marah. Sampaikan dengan adab, bukan hanya dengan suara.”

Berita Terkait

Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Berita Terbaru

Wakil bupati Aceh Selatan Baital Mukadis, foto/mediaaceh.co.id.

PEMERINTAHAN

Wabup Asel Jabat Ketua PMI

Jumat, 25 Sep 2026 - 07:37 WIB

PEMERINTAHAN

Tarmizi Age Minta BPK Audit SKPA

Kamis, 24 Sep 2026 - 21:16 WIB

PEMERINTAHAN

Dek Fadh Terima Kunjungan FPRMI Aceh

Kamis, 24 Sep 2026 - 17:36 WIB