Sejatinya kita menemukan peradaban yang maju dan berkembang dari semua sektor, sebaliknya menemukan anak-anak berlari di antara ilalang yang bermimpi tentang keindahan jalan layak, mereka melihat jalan berlumpur dan terjal.
Gampong [Desa] Buket Meutuah, begitu nama yang tabalkan dalam lembaran negara, tepatnya di ujung timur Kota Langsa.
Di sini kisah itu ditoreh, tentang harapan di tanah perbatasan yang terisolir oleh akses keluar masuk dari dan ke Gampong lain sulit diterabas.
Ruat wajah memelas tergambar dari gesture mereka, yang menginginkan adanya sentuhan pembangunan infrastruktur di wilayah itu.
Sunyi dan sederhana, desa ini masih terisolasi dengan jalan yang sulit dilalui, menjadi saksi keterpinggiran pembangunan.
Tak ada digitalisasi di sana, siapapun yang datang untuk mendapat informasi profile Gampong Buket Meutuah hasilnya tetap saja nihil.
Sejatinya kita menemukan peradaban yang maju dan berkembang dari semua sektor, sebaliknya menemukan anak-anak berlari di antara ilalang yang bermimpi tentang keindahan jalan layak, mereka melihat jalan berlumpur dan terjal.
Asa dan Asabat mereka kembali berkobar ketika TMMD hadir menapakkan jejak dinegeri penuh yang penuh lumpur.
Hadirnya para Prajurit TNI bersama warga bahu-membahu membangun infrastruktur yang telah lama dinanti memberikan harapan baru, masa depan baru bagi Gampong Buket Meutuah.




