Kadisbudpar Aceh Almuniza Kamal, berharap rombongan Muhibah Budaya Jalur Rempah menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai kejayaan rempah di Aceh selama berada di Kota Sabang. Pada masa lalu, Aceh dikenal sebagai salah satu daerah penghasil rempah terpenting di kepulauan nusantara.
Bahkan pada abad 17-18, Serambi Makkah tercatat sebagai produsen lada terbesar. Lada dari Aceh saat itu dipasarkan ke berbagai dunia melalui pelabuhan-pelabuhan di sepanjang pesisir barat-selatan hingga pesisir timur Tanah Rencong.
“Kejayaan perdagangan rempah, telah menjadikan Aceh berkembang menjadi kerajaan yang memiliki kedaulatan politik yang cukup disegani dan tampil sebagai salah satu dari lima kerajaan Islam terbesar di dunia pada awal era modern,” kata Almuniza.
Direktur Perlindungan Kebudayaan Kemendikbudristek, Irini Dewi Wanti, mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Aceh. Kehadiran KRI Dewaruci beserta seluruh laskar rempah Sabang menjadi bagian dari rangkaian muhibah jalur rempah sebagai salah satu media champion.
“Pada kegiatan ini kita akan melakukan berbagai sharing informasi terkait dengan sejarah perdagangan nusantara dan konektivitas budaya antar satu daerah dengan daerah lain di seluruh nusantara dan juga internasional,” tutur Irini.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















