Masjid Agung Nurul Makmur: Benteng Harapan Warga Aceh Singkil Kala Tsunami 2005

Senin, 8 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH SINGKIL (MA) – Berdiri megah di pusat Kota Singkil, Masjid Agung Nurul Makmur bukan hanya menjadi ikon religi Kabupaten Aceh Singkil, tetapi juga menyimpan kisah sejarah yang membekas dalam ingatan masyarakat. Di balik kemegahan arsitekturnya yang bercorak khas Aceh, masjid ini menjadi saksi bisu sekaligus tempat berlindung ratusan warga saat bencana tsunami akibat Gempa Nias mengguncang kawasan pesisir barat Sumatra pada tahun 2005.

BACA JUGA...  YARA : BPKS Jangan One Man Show

Terletak di Desa Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, posisi masjid ini sangat strategis karena berada tepat di jantung ibu kota kabupaten. Bangunannya berhadapan langsung dengan Pendopo Bupati Aceh Singkil dan kawasan Pelabuhan Penyeberangan Ferry Singkil, menjadikannya salah satu landmark yang paling mudah dikenali oleh masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.

BACA JUGA...  Pantai Ujong Batee Puteh: Surga Tersembunyi di Aceh Barat dengan Pesona Unik

Dengan luas kawasan mencapai sekitar 10.000 meter persegi dan kapasitas hingga 1.500 jamaah, Masjid Agung Nurul Makmur menjadi salah satu masjid terbesar di Aceh Singkil. Keindahannya terlihat dari perpaduan arsitektur Islam dengan ornamen khas Aceh yang menghiasi bagian dinding, pilar, hingga kubah utama yang menjulang tinggi.

Bagi wisatawan, masjid ini menjadi salah satu destinasi wisata religi yang menarik untuk dikunjungi. Selain menjadi pusat ibadah masyarakat, bangunan ini juga menawarkan nilai sejarah yang kuat serta panorama kawasan pesisir Singkil yang dapat dinikmati dari sekitarnya.

BACA JUGA...  Pj Sekda Jadi Pembina Apel Gabungan, SK PPPK Diserahkan

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M. Si.

PEMERINTAHAN

Haili Yoga: MPP Citra Pelayanan Daerah

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:51 WIB