Ribuan Wisatawan Kunjungi Objek Tapak Tuan Tapa dan Pantai Putih Asel

Selasa, 8 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu objek wisata yang digemari pelancong dari luar daerah.(poto/mediaceh.co.id/istimewa).

Salah satu objek wisata yang digemari pelancong dari luar daerah.(poto/mediaceh.co.id/istimewa).

TAPAKTUAN | MA Jumlah wisatawan yang mengunjungi Aceh Selatan saat libur hari raya Idul Fitri 2025 diperkirakan  mencapai ribuan pelancong.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Aceh Selatan Muhsin kepada wartawan di Tapaktuan, Senin, (7/5).

Menurutnya, kunjungan wisatawan itu baik lokal maupun luar daerah tampak sejak hari kedua lebaran.

BACA JUGA...  PPI Bantu Warga Seneubok Pusaka Trumon Timur Asel

Semua destinasi wisata yang ada di Aceh Selatan disesaki oleh pengunjung, namun yang paling digandrungi yaitu objek wisata Tapak Tuan Tapa di Kaki Gunung Lampu Tapaktuan dan Pantai Putih Samadua.

Dikatakan, kunjungan wisatawan itu juga terdorong oleh  pengumuman bahwa Aceh Selatan tahun ini kembali Masuk dalam dua nominasi Anugerah Pesona Indonesia Award 2025.

BACA JUGA...  Potensi Wisata Air Panas Silih Nara Perlu Donasi

Yaitu nominasi Destinasi Wisata Syurga Tersembunyi, Pantai Lhok Aman Meukek dan Nominasi Destinasi Wisata Baru Pantai SBB Padang Bakau Labuhan Haji.

Muhsin menyimpulkan, membludaknya jumlah pengunjung dari luar, terlihat dari jumlah tamu yang menginap di penginapan atau hotel.

“Rata-rata yang menginap memakai plat kenderaan dari luar Aceh Selatan.

Destinasi lain yang dikunjungi para pelancong yang umumnya berkelompok atau sekeluarga yaitu  objek  wisata baru Wahana Lubuk Indah Samadua.

BACA JUGA...  Arif Fadillah Terima Kunjungan Kerja Anggota DPRD Kabupaten Sumedang

Menurut Muhsin,  Aceh Selatan, saat ini  menjadi tujuan wisata dari pengunjung luar daerah, karena di daerah ini, semua jenis wisata cukup tersedia baik itu wisata bahari, agrowisata dan kuliner.

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

OLAHRAGA

Tak Boleh Ada Pemain Profesional di Liga Santri 2026

Selasa, 8 Sep 2026 - 18:08 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM saat melantik Direktur Utama PT Bina Usaha dan jajaran Komisaris.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Tunjuk Zulfikar Sebagai Direktur Utama PT Bina Usaha

Selasa, 8 Sep 2026 - 09:52 WIB