Replika Pesawat Seulawah RI-1 di Blang Padang: Simbol Kejayaan Aceh dan Indonesia

Sabtu, 4 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Replika Pesawat Seulawah RI-1 di Aceh/(instagram/@4sy_raf).

Replika Pesawat Seulawah RI-1 di Aceh/(instagram/@4sy_raf).

BANDA ACEH (MA) — Aceh, yang dikenal sebagai “Serambi Mekah”, memiliki banyak cerita sejarah yang membanggakan.

Salah satu bukti nyata kontribusi masyarakat Aceh dalam sejarah Indonesia adalah Pesawat Seulawah RI-1, cikal bakal maskapai Garuda Indonesia Airways.

Untuk mengenang jasa besar ini, dibuatlah replika pesawat tersebut di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh.

BACA JUGA...  Jika Rakyat Ditikung Elit, Negara Bakal Pailit

Monumen ini menjadi simbol perjuangan masyarakat Aceh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sejarah Pesawat Seulawah RI-1

Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, pemerintah menghadapi tantangan besar, termasuk kebutuhan transportasi udara.

Presiden Soekarno, dalam kunjungannya ke Aceh pada 16 Juni 1948, meminta dukungan masyarakat Aceh untuk pengadaan pesawat.

Respon masyarakat Aceh luar biasa; mereka berhasil mengumpulkan dana sebesar US$120.000 atau setara 25 kilogram emas, yang digunakan untuk membeli pesawat Douglas DC-3. Pesawat ini kemudian dinamai Seulawah RI-1, yang berarti “Gunung Emas”.

BACA JUGA...  Selangkah Lagi, Bener Meriah Raih Penghargaan Pelayanan KB Terbaik di Indonesia

Pesawat Seulawah dan Perjuangan Bangsa

Pesawat ini digunakan untuk mendukung logistik dan komunikasi antara wilayah-wilayah yang masih berjuang mempertahankan kemerdekaan.

Seulawah RI-1 menjadi fondasi berdirinya maskapai nasional Garuda Indonesia, yang hingga kini menjadi kebanggaan bangsa.

Berita Terkait

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa).

PEMERINTAHAN

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 

Rabu, 4 Nov 2026 - 23:42 WIB