Jika Rakyat Ditikung Elit, Negara Bakal Pailit

Rabu, 7 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif IndexPolitica, Alip Purnomo.

Direktur Eksekutif IndexPolitica, Alip Purnomo.

JAKARTA | MA — Demokrasi Indonesia berada di persimpangan jalan: rakyat terus dipersalahkan atas praktik politik uang, sementara elit memperkuat dominasi kekuasaan. Negara gagal membekali warga dengan pendidikan politik yang memadai, sehingga ketidakadilan kian membesar dan berpotensi menempatkan negeri di ambang kebangkrutan.

Demikian peringatan keras dari Alip Purnomo, Direktur Eksekutif IndexPolitica, Selasa, 6 Januari 2026.

BACA JUGA...  M Ali : Panwaslu Kota Jangan Segan-Segan Tertibkan APK Peserta Pemilu 2019

Ia menegaskan bahwa wacana pengembalian pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD dengan dalih efisiensi biaya justru memperburuk masalah.

Persoalan utama demokrasi, menurut Alip, bukan pada mekanisme pemilihan langsung, melainkan pada sistem politik yang dikuasai uang dan kepentingan elit.

“Pemilu langsung sering dituduh mahal. Padahal mahalnya demokrasi bukan karena rakyat, melainkan karena dibajak elit. Rekayasa elit inilah yang membuat segalanya mahal, sehingga hanya mereka yang memiliki ongkos politik tinggi yang memenangkan pertarungan. Siapa yang punya duit banyak? Jelas mereka. Jadi, pemilu seringkali hanya menjadi alat reproduksi kelas—dari mereka, oleh mereka, dan untuk mereka,” tegas Alip.

BACA JUGA...  Takengon Barat Jadi Kampung Demokrasi di Aceh Tengah

“Pilkada versi DPRD hanyalah cara melokalisir permainan. Jika sebelumnya gegap-gempita pemilu terasa sampai sudut kota dan desa, nanti semuanya bisa diselesaikan di ruang ber-AC; mereka tak lagi mencium bau keringat rakyat. Akibatnya, saat berkuasa pun, rakyat akan dilupakan. Inilah pengabdian terbaik kaum elit politik untuk memudahkan pemodal menitipkan loyalisnya secara efisien,” tambahnya.

BACA JUGA...  Cut Syazalisma: ASN Tidak Bermain Politik dalam Pilkada 

Berita Terkait

Tomas Asel Kritik Sikap Pengurus ABAS, Barsela atau Jadi Corong ALA
DPP Partai Aceh Gelar Pendidikan Politik, Cetak Kader Tangguh Ideologi
Zulkifli Anggota DPRK Aceh Utara Dukung Penuh Kepemimpinan Ilham Pangestu 
Ilham Pangestu Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Timur
HUT ke-62 Golkar, Andar Amin: Kami Terus Berbuat untuk Kesejahteraan Rakyat
Teuku Kamaruzzaman Kembali Pimpin IKAKUM USK 2026–2031
DPP PA Gelar FGD, Lukman Hakim: Pentingnya Ideologi Ke Acehan 
Kamalul Pimpin Partai Golkar, Targetkan Enam Kursi dan Rebut Ketua DPRK Aceh Selatan 

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 16:45 WIB

Tomas Asel Kritik Sikap Pengurus ABAS, Barsela atau Jadi Corong ALA

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:16 WIB

DPP Partai Aceh Gelar Pendidikan Politik, Cetak Kader Tangguh Ideologi

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Zulkifli Anggota DPRK Aceh Utara Dukung Penuh Kepemimpinan Ilham Pangestu 

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Ilham Pangestu Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Timur

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:20 WIB

HUT ke-62 Golkar, Andar Amin: Kami Terus Berbuat untuk Kesejahteraan Rakyat

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat terima pompa air foto bersama dengan Mendagri Tito Karnavian, Selasa (3/11).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air

Rabu, 4 Nov 2026 - 07:54 WIB