Refleksi  Perdamaian GAM–RI : Ikhlas Sebagai Ruh Perdamaian

Jumat, 15 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Tgk. Muhsin, MA

HARI ini, genap 20 tahun usia perdamaian GAM-RI atau lebih dikenal dengan sebutan MoU Helsinki.

Perjanjian antara Pemerintah RI dengan  GAM  itu, bukan sekadar peristiwa politik, melainkan sebuah momentum  spiritual yang mengubah arah sejarah Aceh.

Dia lahir,  setelah puluhan tahun Aceh menjadi medan konflik, darah dan air mata menjadi saksi bisu betapa mahalnya harga sebuah pertikaian.

BACA JUGA...  Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis

Lalu, di sebuah ruangan jauh dari tanah rencong, tangan-tangan yang dulu berseberangan akhirnya berjabat, membuka lembaran baru yang ditulis dengan tinta kesepahaman.

Namun, yang jarang disoroti adalah ruh yang membuat perdamaian itu bertahan hingga kini yaitu,  keikhlasan.

Tanpa ikhlas,  perjanjian hanya tinggal tanda tangan di atas kertas. Keikhlasan itulah yang membuat para pihak mau melepas ego, mau menanggalkan rasa benar sendiri, dan mau menukar amarah dengan harapan.

BACA JUGA...  Dari Semua Presiden, Ir. Joko Widodo Memang Milik Orang Kaya

Keikhlasan dalam perdamaian berarti berani mengakui bahwa masa lalu tak bisa diubah, tetapi masa depan bisa dibangun bersama.

Ia menuntut pengorbanan yang tak terlihat mengubur dendam, menahan diri untuk tidak membalas, dan menerima bahwa kemenangan sejati adalah ketika semua pihak sama-sama merasakan manfaat dari kesepakatan.

Berita Terkait

Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Berita Terbaru

Buaya kembali muncul di sungai perkampungan Kedai Padang Kluet Utara dan Pasie Merapat Kluet Selatan, foto : mediaaceh.co.id

PEMERINTAHAN

Buaya Masih Berkeliaran, Bupati Terkesan Lepas Tangan

Selasa, 22 Sep 2026 - 07:42 WIB

Badan Jalan Kabupaten lintasan pegunungan Gunung Sekorong Kluet Timur Aceh Selatan tanpa fasilitas drainase dan rawan  longsor sehingga warga dihantui was-was.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Longsor Menghantui Pengguna Jalan 

Senin, 21 Sep 2026 - 19:46 WIB

Ketua ODGJ Aceh Utara Barona Raja saat mendampingi penanganan ODGJ di Aceh Utara.

KESEHATAN

Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Senin, 21 Sep 2026 - 15:10 WIB